Mensyukuri Al-Salam

Mensyukuri Al-Salam

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 22 Zulkaidah 1439

Saudaraku, Allah juga memiliki nama al-Salam yang lazimnya dimaknai bahwa Allah adalah zat Yang Maha Damai Sejahtera, Allah maha berkuasa mencurahkan rahmat, keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan kepada semua makhlukNya, apalagi kepada orang-orang yang beriman.

Allah mengukuhkan al-Salam di antara beberapa namaNya dalam ayat yang maknanya, Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja yang Menguasai, Yang Maha Suci, Yang Maha Damai Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (Qs. Al-Hasyr 23)

Kata al-Salam berasal dari asal kata salama gabungan huruf sin lam mim yang sama dengan Islam sebagai agama yang memiliki karakteristik damai mendamaikan, sejahtera mensejahterakan, dan selamat menyelamatkan. Makanya kita sebagai umat Islam juga dituntut sebagai penyebar kedamaian, penebar kesejahteraan, dan pendorong keselamatan hidup dan kehidupan.

Praktisnya, kita selalu diingatkan saat bertemu dengan sesama saudara, agar kita mengucapkan salam, dengan lafald assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Semoga keselamatan kedamaian dan kesejahteraan melingkupi atas anda semua dan rahmat Allah, serta keberkahanNya terlimpah kepada anda semua.

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-Salam.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah damai mendamaijan hamba-hambaNya, selamat menyelamatkan hamba-hambaNya, sejahtera mensejahterakan hamba-hambaNya.

Kedua, mensyukuri al-Salam dengan terus memujiNya dengan al-Salam seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, Allah telah mensejahterakan, menyelamatkan, dan menganugrahi kedamaian hidup kepada kita.

Ketiga, mensyukuri al-Salam dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehifupan sehari-hari.

Bila Allah adalah Zat Yang Maha Damai Mendamaikan, maka kita sebagai orang Islam apalagi beriman harus hidup dengan berusaha memperoleh kedamaian dan menebarkan kedamaian kepada sebanyak-banyak pihak dalam kehidupan ini.

Bila Allah adalah Zat Yang Maha Sejahtera Mensejahterakan, maka sebagai orang Islam sesuai dengan makna agama yang dianutnya harus dapat meraih hidup sejahtera dan berusaha mensejahterakan diri, keluarga dan sesamanya.

Bila Allah adalah Zat Yang Maha Selamat Menyelamatkan, maka sebagai orang beriman, kita harus berusaha meraih dan merasakan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Di samping itu juga harus terus menerus berusaha menyelamatkan diri, keluarga dan sesamanya dari ragam mara bahaya baik di dunia maupun untuk kepentingan di akhirat kelak.

Kesejahteraan dan keselamatan di dunia ini diperolehnya karunia dari Allah berupa sehat wal afiat, keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, rezeki harta yang berkah, anak cucu yang shalih dan shalihah, serta di akhir hayatnya mampu melafalkan kalimat thayibah, laailaha illallah.

Kesejahteraan dan keselamatan di akhirat kelak adalah dianugrahiNya karunia berupa kefasihan menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakir dialam barzah, beratnya timbangan kebaikan saat di mizan, kelancaran melintasi jembatan sirathal mustaqim, dibukanya pintu surga, dan dianugrahi dapat bersua apalagi dapat melihat Allah swt.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.