Mensyukuri Al-Mukmin

Mensyukuri Al-Mukmin

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 23 Zulkaidah 1439

Saudaraku, nama Allah berikutnya adalah Al-Mukmin. Allah sebagai al-Mukmin dipahami bahwa Allah adalah zat yang terpercaya pemberi rasa aman kepada semua makhlukNya, terutama orang-orang yang beriman.

Allah berfirman Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Qs. Al-Hasr 23)

Di samping itu, Allah al-Mukmin adalah zat yang maha terpercaya karena janji-janjiNya benar dan pasti ditepati. Di antara janjiNya orang beriman pasti bahagia hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Orang-orang yang bertaubat, pasti diampuni oleh Allah. Orang yang berdoa kepada Allah, dikabulkan.

Allah berfirman Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.(Qs. Ali Imran 9)

Oleh karenanya ketika kata al-mukmin digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang beriman kepada Allah, maka berarti seseorang itu telah meneguhkan bahwa dirinya meneladani Allah nelalui namaNya Al-Mukmin.

Seorang mukmin adalah pribadi jujur, amanah yang pemberi rasa aman; satu kata antara hati, lisan dan perbuatannya dalam rangka meraih ridha Allah. Nengapa? Karena sebagai seorang mukmin harus ditunjukkan bahwa hatinya telah membenarkan apa yang datang dari Allah, lisannya mengikrarkannya dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang mukmin seharusnya telah menemukan hakikat kebenaran, dan dengan kebenaran ini mendapatkan keyakinan dan optimisme yang kemudian melahirkan kesunguhan, kreatifitas dan inovasi.

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-Mukmin.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat yang terpercaya menjadi sumber ketenangan dan keamanan hamba-hambaNya.

Kedua, mensyukuri al-Mukmin dengan terus memujiNya dengan al-Mukmin al-Mukmin sl-Mukmin seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, Allah telah nenganugrahi iman yang kukuh kepada kita, menurunkan rasa aman kepada kita, menjadikan kita amanah dalam kehidupan ini.

Ketiga, mensyukuri al-Mukmin dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dibuktikan dengan menjadi pribadi yang dapat dipercaya, memberikan rasa aman kepada para pihak, jujur satunya kata antara hati, ucapan dan perbuatannya, janjinya benar dan pasti ditepatinya.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.