Mensyukuri Al-Muhaimin

Mensyukuri Al-Muhaimin

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 24 Zulkaidah 1439

Saudaraku, nama indah yang dimiliki Allah berikutnya adalah Al-Muhaimin. Allah sebagai al-Muhaimin dipahami bahwa Allah adalah zat yang memelihara dengan pemeliharaan yang sempurna, maha mengatur dengan pengaturan yang sempurna, dan maha mengawasi dengan pengawasan yang sempurna.

Allah berfirman Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Qs. Al-Hasr 23)

Allah memelihara seluruh makhlukNya dengan sangat teliti, sehingga tidak ada sekecilpun keberadaan makhluk yang luput dari pemiliharaanNya. Bumi tetap dalam keseimbangnya, alam tetap dalam keasriannya, tata surya tetap dalam peredarannya, manusia tetap dalam kebaikannya, dan sebagian besar makhlukNya senantiasa bertasbih kepada Allah dengan caranya masing-masing.

Allah juga mengatur segala hal tentang hal ikhwal keberadaan makhlukNya, hidup dan matinya, rezeki dan karunianya, pertemuan dan jodohnya dan seterusnya. Makhluk tinggal menjalani sesuai garisan sunnatullahnya.

Allah juga mengawasi hal ikhwal apapun atas makhlukNya. Tidak ada hal ikhwal yang berada di luar jangkauan kepengawasan Allah yang Maha Teliti, hatta sekecil daun yang jatuh sekalipun. Apalagi getaran hati kita, goresan niat, dan perilaku kita sekecil zarrah sekalipun.

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-Muhaimin.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat yang maha memelihara makhluknya dan mencukupi kebutuhannya, terutama bagi hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya.

Kedua, mensyukuri al-Muhaimin dengan terus memujiNya dengan menyebut al-Muhaimin al-Muhaimin al-Muhaimin seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, Allah telah memelihara kita dan mencukupkan kebutuhan hidup kita. Di samping itu, Allah juga terus bersama kita sehingga pengawasanNya sejatinya melekat dan sangat dekat.

Ketiga, mensyukuri al-Muhaimin dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dibuktikan dengan menjadi pribadi yang dapat memelihara dan mencukupi kebutuhan hidup akan diri, keluarga dan sesamanya. Di samping itu kita juga dituntun untuk istiqamah dalam pengawasan atau controling terhadap amanah yang dipundakkan atas diri kita.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.