BMA Bantu Penderita Lumpuh Layu

BMA Bantu Penderita Lumpuh Layu

Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan kepada seorang warga Gampong Lamtimpeung, Nurjannah (31) yang penderita lumpuh layu. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp3 juta yang bersumber dari dana zakat.

Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh amil Baitul Mal Aceh, T Fauzan Ardiansyah ke kediaman Nur Jannah, Selasa (14/08) sore.

Menurut informasi dari pihak keluarga, Nurjannah sudah menderita lumpuh layu sejak berusia tujuh bulan. Saat itu kondisi Nurjannah masih normal layaknya anak-anak yang lain. Namun setelah disuntik imunisasi, kondisinya berubah total, sehingga, pihak keluarga harus mengorbankan banyak harta untuk mengobati Nurjannah.

“Awalnya memang tidak sakit, namun pernah kejang-kejang, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk imunisasi, setelah itu langsung sakit hingga lumpuh layu dan tidak sembuh lagi hingga sekarang,” akui Suhairi, pamannya Nurjannah.

Kondisi Nurjannah terbaring tak berdaya di tempat tidur. Dulu Nurjannah pernah bisa bicara ketika lapar dan haus, namun pasca kepergian ibunya saat ia berusia sebelas tahun, ia hanya bisa menangis ketika lapar dan haus.

“Biasanya ibunya yang mengerti bahasanya, tetapi semenjak ibunya tiada, ia hanya menggunakan bahasa isyarat melalui tangisan atau desahan jika hendak mengkomunikasikan sesuatu,” tambah Suhairi.

Saat tim amil Baitul Mal Aceh tiba di rumah Nurjannah, ternyata baru sehari berlalu orang tua Nurjannah yang juga mustahik fakir uzur Baitul Mal Aceh meninggal dunia. Kini Nurjannah tinggal bersama adik laki-lakinya, Marzuki (28).

“Nanti pihak keluarga akan bermusyawarah siapa yang akan mengurus Nurjannah setelah ayahnya tiada.” tutup Suhairi.

Pihak Baitul Mal Aceh merencanakan, bantuan santunan fakir yang menjadi jatah orang tuanya selama ini akan dialihkan untuk Nurjannah. Bantuan santunan fakir uzur merupakan program unggul Baitul Mal Aceh dalam menyantuni orang yang berusia lanjut atau tak berdaya seumur hidup. Bantuan ini diberikan setiap bulan dengan nominal Rp400 ribu per mustahik.[]

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.