Mensyukuri Al-‘Aliim

Mensyukuri Al-‘Aliim

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 6 Zulhjjaah 1439

Saudaraku, dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia ini di samping iman dan amal shalih, ilmu menjadi modal yang sangat pundamental yang mesti dimiliki oleh setiap orang Islam. Betapa pentingnya ilmu dan penguasaannya, Islam dengan tegas mewajibkan umatnya untuk mencari dan menguasainya sebaik mungkin. Nah topik inilah yang mengantarkan kita untuk meresapi kembali tentang salah satu nama Allah, yaitu al-‘Aliim.

Al-‘Aliim secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Mengetahui yang pengetahuanNya sempurna, serba meliputi, baik yang lahir maupun yang bathin, baik yang tampak maupun tersrmbunyi, dari yang besar sampai yang sangat kecil sekalipun, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Allah berfirman dalam beberapa ayat yang maknanya”…Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran (dari padanya)? (Qs Al-An’aam 80).

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. [Qs. Al-Mukmin 19]

Katakanlah, “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Qs. Ali ‘Imran 29]

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi (dari rahasia itu). [Qs. Thaahaa 7]

Dalam Islam, Allah sebagai al-‘Aliim meruoskan sumber segala ilmu. Oleh karenanya ilmu yang dicari dan dikuasai oleh manusia berasal dariNya. Allah menurunkan wahyu dan menciptakan alam serta mengajarkan kepada manusia ilmu pengetahuan tentang apa pun yang tidak atau yang belum diketahui.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [Qs Hadiid 22]

“…Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya…” [Qs Al Baqarah 255]

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [Q.S. Al ‘Alaq: 5]

Allah sangat menghargai hamba-hamba-Nya yang beriman dan membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan. Hal itu yang mengangkat hamba di sisi-Nya, sebagaimana firman-Nya

“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” [Q.S. Al-Mujaadilah11]

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-‘Aliim.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah Zat Maha Mengetahui, termasuk mengetahui tentang keinginan dan kemampuan hamba-hambaNya.

Kedua, mensyukuri al-‘Aliim dengan terus memujiNya seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, Allah telah mengaruniai ilmu dan pemahaman kepada orang-orang yang beriman, dimana dengan ilmu maka imannya semakin kuat, apalagi kemudian dikukuhkan dalan amal shalih.

Ketiga, mensyukuri al-‘Aliim dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menjadi pribadi yang terus berusaha belajar dan mencari ilmu sehingga berilmu. Berilnu yang didasari oleh iman yang membuahkan amal kebajikan.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.