Puasa Asyura dan Pengendalian Diri

Puasa Asyura dan Pengendalian Diri

Gema Jumat 21 September 2018

Nabi Muhammad saw sangat menganjurkan umat Islam berpuasa pada hari ke-10 Muharram. Dalam hadis riwayat Muslim menyebutkan bahwa “Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharam. Sedangkan salat malam merupakan salat yang paling utama sesudah salat fardu”.

Karena anjuran berpuasa asyura kuat, para sahabat nabi sampai melatih anak-anak mereka agar dapat berpuasa pada bulan tersebut. Akan tetapi, sebelum Rasulullah wafat, ada anjuran lagi berpuasa pada hari ke-9 Muharam (tasua). Penambahan ini bertujuan membedakan dengan puasa yang dilakukan Yahudi pada hari dan bulan yang sama. Kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut karena mereka meyakini bahwa itu adalah ajaran Nabi Musa setelah membebaskan Bani Israil dari Firaun.

Keutamaan berpuasa asyura karena dapat menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun akan datang. Selain itu, puasa asyura jatuh pada empat bulan haram selain Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah, masa-masa terjadi berbagai peristiwa penting. Di antara peristiwa itu yakni tobat dan diterimanya tobat Nabi Adam, kapal Nabi Nuh berlabuh setelah banjir dahsyat, Nabi Ibrahim selamat dari api besar, bebasnya Nabi Yusuf dari penjara sebab difitnah, kesembuhan Nabi Ayyub dari penyakit yang menjijikkan, dan bebasnya Nabi Musa bersama Bani Israil dari kejaran Firaun di laut merah.

Pengendalian diri

Secara umum, hikmah berpuasa adalah untuk membentuk perilaku umat Islam yang berakhalakul karimah dan menjaga diri dari segala perbuatan dosa. Orang yang berpuasa dituntut menjaga telinga, hidung, mulut, tangan, dan lainnya agar jauh dari perbuatan dosa. Bahkan hati manusia dianjurkan dijaga dari sifat iri dan dengki.

Mengingat Indonesia sedang dalam tahun politik pemilihan presiden dan wakil presiden, suasana masyarakat semakin hangat. Terkadang diskusi soal itu berujung dengan saling carut marut. Sepertinya berpuasa menjadi salah satu solusi menenteramkan suasana. Setelah puasa asyura, umat Islam dapat mulai membiasakan diri puasa senin dan kamis. Kebiasaan baik selama berpuasa diharapkan terpatri di dalam jiwa serta menjadi kebiasaan baik sehari-hari. Zulfurqan

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.