ORANG YANG LEMAH IMANNYA

ORANG YANG LEMAH IMANNYA

GEMA JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Maidah ayat 52-53

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

Ayat ini menjelaskan adanya sekelompok orang yang  imannya lemah atau munafik. Mereka  berlomba-lomba  untuk  menjalin persahabatan dan memperoleh dukungan orang-orang Kafir. Al-Quran mengatakan, suatu saat dimana kaum muslimin memegang kendali kekuasaan dan memperoleh kemenangan, berkat pertolongan gaib Allah, maka yang menjalin hubungan dengan orang-orang Kafir karena rasa takut akan menyesali perbuatan mereka. Segala apa yang mereka sembunyikan pasti terbongkar. Saat itulah orang-orang Mukmin yang sebenarnya dengan keheranan mengatakan, orang-orang yang mengaku secara lisan telah beriman, bahkan bersumpah atas pengakuannya itu dengan serius, mengapa sekarang mereka kehilangan segala sesuatu, bahkan seluruh pekerjaan mereka hancur lebur dan musnah.

Ada dua sisi mata uang yang berbeda dalam kehidupan manusia; beriman atau tidak beriman. Keimanan yang kuat akan terus berusaha menegakkan konsekuensi keimanannya meskipun secara lahiriyah ia merugi, namun pada hakikatnya dia adalah orang yang beruntung karena Allah telah memberinya hidayah. Namun ada orang yang tidak beriman kepada Allah dan secara lahiriyah ia terus mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan terus mendapatkan untung dalam ketiadaan iman. Namun pada hakikatnya orang inilah yang merugi, karena hidayah tidak singgah di hatinya. Meskipun demikian, ada orang-orang beriman, tetapi lemah keimanannya, sehingga kadang-kadang keimanannya goyah disebabkan oleh berbagai godaan dan ujian hidup, sehingga menggadaikan keimanannya. Dalam hal ini, Allah memberikan contoh bagaimana orang-orang yang lemah imannya, atau munafik ini melakukan kerjasama dan kontak dengan orang-orang kafir dalam perkara-perkara keimanan.

Dengan demikian, seharusnya kita waspada untuk tidak bersahabat dengan orang-orang kafir dan membenci Islam, karena persahabatan dengan mereka merupakan tanda-tanda kelemahan iman dan kemunafikan. Kita harus menjauhi iman yang lemah karena itulah yang menyebabkan ketakutan terhadap kekuatan musuh, terutama musuh Islam, oleh karena itu, hendaklah kita tetap percaya diri sebagai kaum muslimin, tidak terjerat dalam perbuatan munafik, karena akan berpengaruh negatif pada amal ibadah dan keimanan kita. Wallahu musta’an.

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.