Sukses Dakwah Ditentukan Kapasitas Dai

Sukses Dakwah Ditentukan Kapasitas Dai

GEMA JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018

Dakwah merupakan suatu yang sangat urgen bagi keberlangsungan agama Islam sebab dakwah Islamiyah telah dilaksanakan oleh Nabi dan diteruskan oleh para sahabat beliau wafat, khalifah, dan akhirnya diikuti oleh para ulama yang notabenenya pewaris Nabi. Berkembangnya Islam sampai saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa itu semua berkat adanya aktivitas dakwah Islamiyah yang dilakukan oleh para juru dakwah dan para ulama yang dengan semangat dan keikhlasannya mengembangkan agama Islam kepada yang belum memeluk  Islam.

Menyiarkan suatu agama harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan dakwah untuk menyiarkan agama tersebut dapat diterima dan dipeluk oleh umat manusia dengan kemauan dan kesadaran hatinya, bukan dengan paksaan dan ikut-ikutan saja. Suatu agama tak akan tegak tanpa adanya dakwah, suatu ideologi atau aliran tidak akan tersebar dan tersiar tanpa adanya kegiatan untuk menyiarkannya. Rusaknya suatu agama adalah karena pemeluknya meninggalkan dakwah.

Dakwah dan Lembaga

Ketua Umum Dapur Dai  Nusantara  (Daina) Provinsi Aceh, Tgk Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd mengatakan Lembaga adalah badan (organisasi) yang tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha. Sedangkan pengorganisasian adalah seluruh proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

Pengorganisasian atau al-thanzhim dalam pandangan Islam kata Muhammad Yusuf, bukan semata-mata merupakan wadah, akan tetapi lebih menekankan bagaimana pekerjaan dapat dilakukan secara rapi, teratur, dan sistematis. Hal ini lanjut dia, sebagaimana diilustrasikan dalam surat Ash-Shaff Ayat 4 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan seperti bangunan yang tersusun kokoh.”

Mneurut Muhammad Yusuf, Pada proses pengorganisasian ini akan menghasilkan sebuah rumusan struktur organisasi dan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Jadi, yang ditonjolkan adalah wewenang yang mengikuti tanggung jawab, bukan tanggung jawab yang mengikuti wewenang.

Tugas bagi para da’i adalah merancang sebuah struktur organisasi yang memungkinkan mereka untuk mengerjakan program dakwah secara efektif dan efisien untuk mencapai sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan organisasi. Ada dua poin yang harus diperhatikan dalam pengorganisasian, yakni, ada desain organisasi dan struktur organisasi

Struktur organisasi  adalah kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka itu tugas-tugas jabatan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan. Atu disebut dengan The way in which an organization’s activities are divided organized, and coordinated.

Dakwah dan Tauladan

Sebaliknya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Siswa Kader Dakwah (DPP ISKADA) Aceh Tgk. Khairul Laweung mengatakan , misi dakwah adalah akhlak mulia, kenapa harus akhlak? Karena pada kenyataannya akhlak yang mulia adalah kunci dari segala ranah kehebatan. Seseorang dianggap pintar tapi kalau tak berakhlak mulia hancurlah negeri ini. Pemuda cerdas, berprestasi kalau tak berakhlak mulia hancurlah negeri ini. Oleh sebab itu, pondasi yang paling tepat untuk membangun negeri ini adalah akhlak mulia.

Meneurutnya, akhlak mulia berarti adab sopan santun yang dicontohkan dan diajarkan Rasulullah SAW kepada seluruh umat manusia ketika beliau masih hidup. Akhlak beliau adalah Al Quran. Dari pengertian tersebut jelaslah bahwa untuk memiliki akhlak yang mulia kita harus mencontoh , meneladani Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam setiap aspek kehidupan.

Di zaman sekarang kata Khairul, untuk menjadi generasi yang berakhlak mulia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan dan tekad yang kuat terlebih dengan perkembangan zaman yang semakin menyesatkan. Perkembangan zaman tak luput dari merosotnya akhlak para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia.

“Itulah kenyataannya. Tak sedikit pemuda-pemudi Indonesia yang terpengaruh dengan tontonan-tonanan yang ada. Tak sedikit pemuda-pemudi Indonesia terjerumus, tersandung kasus gara-gara sosial media,”ungkapnya.

Ia melanjutkan, Itu hanya gambaran kecil genersi remaja dan pemuda saat ini. Oleh sebab itu,  ia berpesan kepada segenap pemuda dan remaja yang menginginkan kebaikan dan kemuliaan  untuk berjuang membangun bangsa ini dengan akhlak yang mulia dengan memberi ketauladanan dan akhlak yang mulia. marmus

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.