Ujung Tombak Dakwah Islam

Ujung Tombak Dakwah Islam

GEMA JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh dan Dinas Syariat Islam(DSI) Aceh memiliki program yang hampir serupa untuk mendakwahkan Islam ke berbagai daerah di Aceh. Bedanya, kalau DSI fokus mengirimkan pada dai ke perbatasan dan terpencul, sedangkan Kemenag Aceh mencakup seluruh area di Aceh. Kedua lembaga ini memiliki cita-cita mulia menanamkan nilai keislaman kepada seluruh masyarakat di Aceh.

Daerah perbatasan dan terpencil merupakan daerah yang sangat membutuhkan kehadiran para dai dan penyuluh agama. Selama ini kita sama-sama mengetahui bahwa di daerah tersebut resisten terhadap upaya kristenisasi atau radikalisme. Pengetahuan masyarakat di sana harus diperkuat agar mereka mampu membentengi diri sendiri. Caranya sudah tepat seperti yang sudah dilaksanakan Kemenag dan DSI Aceh.

Untuk mencapai tujuan bersama, Kemenag dan DSI dapat bersinergi melaksanakan program ini. Keduanya bisa mengisi kekurangan satu sama lainnya. Apalagi program tersebut bukan sebatas pekerjaan, melainkan bisa menjadi ladang beramal salih.

Para penyuluh dan dai tentunya akan mendapatkan sambutan hangat di kalangan masyarakat. Hal itu dapat dipahami mengingat syariat Islam di Aceh sudah mengakar dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Akan tetapi, di daerah terpencil maupun perbatasan, syariat Islam terlihat sedikit lemah dibandingkan di daerah yang penduduknya seluruhnya muslim. Sedangkan di daerah perbatasan budaya dari luar yang tidak sesuai syariat dapat dengan mudah masuk.

Peran para penyuluh dan dai sangat diperlukan untuk membawa perubahan kea rah positif. Dengan kata lain, mereka adalah agen perubahan. Agar lebih efektif dan efisien, perlu adanya terobosan berdakwah sehingga mencakup area lebih luas. Hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial untuk memengaruhi publik berbuat kebaikan.

Selain itu, metode dakwah yang digunakan seyogianya menjunjung tinggi persatuan, tidak menjelekkan suatu golongan, dan tetap menghargai perbedaan sesama dalam beribadah. Kita berharap para penyuluh dan dai bertugas secara optimal. Keberhasilan penyuluh dan dai adalah ketika kemauan masyarakat beribadah, menghargai sesama, tetap kuat ketika masa program penyuluhan dan dai selesai dilaksanakan.

Oleh karenanya, pemerintah perlu memperhatikan kesejahteraan para penyuluh maupun dai. Meskipun mereka bekerja secara ikhlas, sudah sepatutnya kesejahteraan mereka diperhatikan. Zulfurqan

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.