Aceh Galang Donasi dan Aktifkan Media Center

Aceh Galang Donasi dan Aktifkan Media Center

GEMA JUMAT, 5 OKTOBER 2018

Banda Aceh (Gema)

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyerukan instansi pemerintah, Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor swasta, beserta seluruh komponen masyarakat, agar bahu-membahu membantu korban bencana Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, setelah tersiar khabar wilayah tersebut dilanda gempa berkekuatan 7,7 SR yang disusul tsunami setinggi lima meter, pada 28 September 2018. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Prokol Setda Aceh Rahmad Raden, kepada awak media, Selasa (2/10) kemarin.

Menindaklanjuti seruan tersebut, jelas Rahmad, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teungku Ahmad Dadek menggelar rapat koordinasi bertajuk Aceh Peduli Korban Bencana Palu dan Donggala, Senin (1/10). Rapat koordinasi ini menyepakati penggunaan Rekening Khusus Gempa dan Tsunami Palu di BRI KPC Penayong, No: 2056-01-000365-30-2, mengaktifkan Media Center di Biro Humas Setda Aceh, dan mempersiapkan para relawan untuk menuju lokasi bencana, rincinya.

Menurut mantan Kepala Bagian Protokol Setda Aceh itu, rekening ksusus ini memberi kemudahan bagi semua pihak untuk menyalurkan donasi terbaiknya, dan akan diteruskan kepada para korban di Palu, Sigi, Donggala, dan wilayah bencana lainnya di Sulawesi Tengah.

Donasi yang terkoordinasi dalam satu wadah seperti ini, jelas Rahmad lebih lanjut, akan lebih berdaya guna bagi masyarakat Sulteng. Pada masa panik Aceh bisa membantu korban secara optimal. Sedangkan pada saat rehabilitasi dan rekontruksi nanti, Aceh bisa meninggalkan sesuatu yang berkesan lama di sana, seperti Masjid Jamik atau Pesantren Terpadu Aceh, jelasnya.

“Kita bisa berbuat lebih banyak untuk korban bila donasinya terkoordinasi dengan baik,” kata Rahmad.

Selain membuka rekening khusus, lanjutnya, Pemerintah Aceh akan menggalang donasi dari pejabat dan staf instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat. melalui acara amal, maupun pada area bebas kenderaan (car free day), bersama para relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh, dan para reelawan lainnya yang ingin bergabung, katanya.

Rahmad melaporkan, donasi yang telah terkumpul per 1 Oktober 2018 pukul 16.00 Wib, sebesar Rp.301.995.000. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Rahmad merasa yakin sumbangan masyarakat Aceh akan terus meningkat karena dapat merasakan bagaimana duka kita saat tsunami 2004, dan bagaimana kepedulian masyarakat dunia kepada Aceh saat itu.

“Luka Palu dan Donggala merupakan duka kita dan kini saatnya membantu saudara-saudara kita di sana,” ujar Rahmad sendu. (marmus/rel)

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.