Menghadapi Musibah

Menghadapi Musibah

GEMA JUMAT, 5 OKTOBER 2018

Katakanlah (Muhammad),”Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah lah orang-orang yang beriman itu bertakwa.” (QS. At Taubah : 51)

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia kerap dilanda berbagai bencana dan musibah, seperti gempa bumi, banjir, kekeringan, gunung meletus, bahkan tsunami yang memakan banyak korban. Baru-baru ini musibah tersebut kembali melanda Donggala Palu Sulawesi Tengah berupa gempa dan tsunami.  Lalu, apakah musibah tersebut bentuk teguran Allah kepada hambaNya atau hanya sekedar fenomena alam?

Allah berfirman yang artinya :  “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Al Hadid : 22 – 23)

Apa yang ditetapkan Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya tidaklah lepas dari dua hal yaitu

musibah yang disebabkan kemaksiatan seorang hamba dan ujian Allah untuk mengangkat derajatnya dan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.  Allah berfirman yang artinya : “Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura : 30)

Perlu diingat, bahwa Allah tidaklah membinasakan suatu negeri melainkan karena penduduknya berlaku zhalim. Sebelum musibah datang Allah mengingatkan agar orang-orang yang terpandang dalam masyarakat melakukan nahi mungkar. Oleh karena itu, ketika musibah datang, kewajiban kita adalah meminta ampun kepada Allah, tunduk dan bertaubat kepada-Nya serta selalu memperbanyak zikir.

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.