Ketua STAI Pante Kulu Sampaikan Kuliah Umum di Malaysia

Ketua STAI Pante Kulu Sampaikan Kuliah Umum di Malaysia

GEMA JUMAT, 12 OKTOBER 2018

Kuala Lumpur  (Gema) -| Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI)  Teungku Chiek Pante Kulu, Tgk Jamaluddin Thaib MA menjadi pembicara pada Kuliah Umum yang dilaksanakan International Islamic College University Selangor (KUIS) Malaysia, Kamis, 11 Oktober 2018.

Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka lawatan ilmiah dan kerjasama antara STAI Tgk Chiek Pante Kulu dengan KUIS Malaysia,  10-11 Oktober 2018.

Jamaluddin dalam paparannya dengan topik Peran dan Tantangan Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh menyampaikan, Aceh sudah terbiasa dengan syariat Islam sejak masa kejayaan kerajaan Aceh.

“Meski baru diformalkan 1999, namun masyarakat Aceh sejak dulu terbiasa melaksanakan syariat Islam” katanya.

Jamaluddin menambahkan, beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh seperti dalam aspek kultural, sosiologis,  fikrah, filosofis,  yuridis, narkoba,  aparatur pemerintah dan juga political will. Dia meminta dukungan internasional untuk pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Sementara  Wakil Ketua STAI Pante Kulu, Dr Murni   MPd, ikut mempresentasikan makalah dengan judul  Integrasi Pendidikan Adat dan Budaya Syariat Islam pada Masyarakat Aceh.

Dalam kesempatan tersebut dibahas rencana  penandatangan MoU yang akan ditandatangani di Singapura pada Mei mendatang, yang meliputi pertukaran dosen,  pengiriman mahasiswa  dan pengisian jurnal.

Sediakan beasiswa penuh

Jamaluddin menambahkan, pihak telah melakukan pertemuan di Aula Kantor Camat Julok Aceh Timur, yang dihadiri camat, keuchik,  tokoh masyarakat,  serta calon mahasiswa STAI Tgk Chik Pantekulu Banda Aceh.

Jamaluddin  mengungkapkan penawaran khusus bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan belajar sampai ke perguruan tinggi. Bagi  anak yatim, piatu dan anak kurang mampu akan disediakan besiswa penuh.

Jamaluddin mengatakan, beasiswa penuh diberikan kepada anak yatim, piatu, atau  yatim piatu dan anak kurang mampu.  Selama menempuh studi empat  tahun diasramakan.

Program beasiswa diprioritaskan pada program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES),  dengan tujuan memberikan keringanan bagi anak-anak bangsa penurus perjuangan agama dan negara. Smh/Rel

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.