Mendorong Lahirnya Wirausaha Muda Masjid

Mendorong Lahirnya Wirausaha Muda Masjid

GEMA JUMAT, 12 OKTOBER 2018

MUBES IV Remaja Masjid Raya

Melirik kembali shirah nabawiyah, aktivitas dakwah Nabi ternyata tak pernah lepas dari entitas pengusaha kaya. Ya, Rasulullah ternyata dikelilingi para pengusaha sukses yang notabene adalah para sahabatnya.  Tak sekadar berstatus pengusaha, mereka juga dikenal sangat dermawan yang rela mendermakan hartanya untuk kepentingan dakwah dan kesejahteraan umat sampai batas yang sulit kita temukan padanannya di era saat ini.

Sebutlah Abdurrahman bin Auf yang saat meninggal memiliki kekayaan hingga 3.200 Dinar. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya mencapai Rp 6,2 triliun. Soal kedermawanannya jangan ditanya, dia pernah menyumbangkan emas seberat 5,9 kg, sebidang tanah, dan 700 ekor unta. Ada lagi Utsman bin Affan, yang kekayaannya mencapai 2,5 triliun. Khalifah ke 3 sepeninggal Nabi itu juga tercatat pernah menyedekahkan hampir Rp 400 miliar untuk kepentingan umat Islam saat itu.

Selain keduanya, ada 3 pengusaha kaya lainnya yang masuk dalam generasi awal, yakni Zubair bin Awwam dengan kekayaan mencapai Rp 3,5 triliun, lalu Thalhah bin Ubaydillah dengan kekayaan kurang lebih setengah triliun, serta Saad bin Abi waqash yang saat wafat meninggalkan kekayaan sekitar Rp 15 miliar. Rekam jejak kelima sahabat Nabi itu terbilang luar biasa. Sebagai pengusaha, mereka adalah salah satu penopang utama misi dakwah Rasulullah Saw.

Hal itu senada dengan apa disampaikan Kepala Unit Pelayanan Tarpadu Daerah (UPTD) Masjid Raya Baiturrahman dalam pembukaan Musyawarah Besar (MUBES) IV Remaja Masjid Raya beberapa waktu lalu. “Para pemuda dan remaja Masjid senantia beraktivitas di lingkungan masjid, karena apapun kegiatan yang dilakukan sudah pasti bernilai dakwah sehingga dapat mendukung program UPTD MRB dan kemaslahatan ummat pada umumnya.

“Mengingat persaingan dunia kerja saat ini sangatlah sengit, maka sudah saatnya remaja muda Masjid harus belajar bisnis sejak sekarang,” ujar Kepala UPTD yang diwakili Dr. Fikri Sulaiman.

Ketua Umum Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMB) Banda Aceh, Anwar Ridha mengatakan, masalah utama dialami umat Islam dan generasi para remaja muda sekarang adalah, terbatasnya ketersediaan lapangan kerja. Akibatnya setiap hari jumlah angka pengangguran pun makin bertambah.

“Problem remaja muda saat ini adalah bagaimana cara memiliki dan mengembangkan soft skill maupun hard skill yang sudah ada,” kata Anwar dalam kata sambutan Musyawarah Besar (MUBES) IV Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, di Aula Gedung C  Lt. II Komplek Balai Kota Banda Aceh, Ahad (7/10) kemarin.

Anwar mengarapkan, pengurus periode baru nantinya, melaksanakan kegiatan yang lepbih focus untuk melahirkan usahawan-usahawan muda yang bebasis Masjid. “Kegiatan-kegiatan remaja kedepan, harus lebih banyak upaya melahirkan entrepreneurship yang berbasis masjid, dan adanya unit usaha remaja Masjid, seperti  Galery yang dikelola remaja , dengan menjual berbagai oleh-oleh khas Aceh,”  harapnya.

Walaupun selama ini ada beberapa kegiatan yang mendukung seperti Bazar Buku dan Perlengkapan ibadah yang RMRB lakukan. Bazar buku merupakan tradisi lama yang sudah dilakukan di periode-periode sebelumnya.

Dalam agenda tahunan itu, hadir para ketua umum RMRB Aceh yang pernah menjabat dan hadir pada kesempatan ini dipersilahkan untuk menyampaikan kata sambutan. Sambutan diawali oleh Drs Tgk.H. Ameer Hamzah, yang pernah menjabat ketua di periode ketiga, Sebelumnya dijabat oleh Bapak Tgk. Zaini Yusuf, sebagai ketua pertama dan  Bapak Ir. Basri a.Bakar, M.Si, ketua periode kedua.

“RMRB harus berkarya di lingkungan masjid, dan Alhamdulillah banyak karya RMRB yang sudah hadir pada masa itu seperti Pustaka Masjid Raya Baiturrahman, TPQ Plus Baiturrahman, Tabloid Gema Baiturrahman,” Papar Ameer Hamzah.

Selanjutnya Sayed Muhammad Husen, Ketum RMRB periode keempat menjelaskan, entrepreneurship sudah seharusnya hadir dikalangan pemuda masjid, melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan bekerja sama dengan berbagai pihak agar terbentuknya entrepreneur-entrepreneur muda yang berbasis masjid.

“Banyak lahan bisnis di lingkungan Masjid Raya Baiturrahman yang dapat diberdayakan oleh RMRB seperti fotografer dan tourgad dilingkungan masjid, karena banyak sekali para wisatawan yang berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman hingga dari berbagai Negara,” kata Tgk. Safwan Bendadeh,  Ketum RMRB periode ke lima.

Hasil MUBES IV kemarin, terpilih  Rahmad Maulizar sebagai ketua umum yang baru. Setelah terpilih, kedepan Rahmad berkeinginan menjadikan masjid sebagai tempat perkumpulan pemuda dengan segudang kegiatan dan agenda.  “salah satu pertanyaan Allah SWT kelak adalah masa muda yang kemana engkau bawa, jadi di organisasi ini kita bukan sekadar menyelamatkan masa muda diri sendiri tetapi juga ikut menyelamatkan masa muda orang lain,” ujarnya. Anwar

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.