Membangun Masyarakat Islam

GEMA JUMAT, 14 JUNI 2019

oleh: Sayed Muhammad Husen

Membangun masyarakat Islam adalah cita-cita mulia yang mendapat dukungan dari orang-orang yang telah mendapat predikat taqwa dari ibadah Ramadhan. Kita membayangkan, 20% saja muttaqin “alumni” Ramadhan berperan sebagai pelopor pembangunan masyarakat Islam, maka akan sangat berdampak terhadap perubahan dan kemajuan muslimin Aceh.

Cita-cita membangunan masyarakat Islam telah dicanangkan Rasulullah di Madinah. Rasulullah membangun basis masjid sebagai pilar utama masyarakat Islam, yang mengutamakan persaudaraan, keadilan dan kesejahteraan. Beliau juga berhasil menunjukkan model masyarakat madani yang memiliki supremasi hukum. Nabi mewujdukan masyarakat berkeadaban yang menghargai menusia dan menjunjung tinggi kemanusiaan.

Dalam wujud praktis di Indonesia, kita bisa baca rumusan tujuan BKPRMI yang juga mencita-citakan masyarakat Islam. BKPRMI menggunakan istilah masyarakat marhamah. BKPRMI menulis tujuannya: memberdayakan dan mengembangkan potensi Pemuda Remaja Masjid agar bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki wawasan keislaman dan keindonesiaan yang utuh dan kokoh. BKPRMI senantiasa memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, perjuangan dan kebudayaan dengan tetap berpegang teguh pada prinsip aqidah, ukhuwah dan dakwah islamiah untuk mewujudkan masyarakat marhamah.  

Ormas Islam Muhammadiyah merumuskan organisasinya sebagai gerakan Islam yang berasas keyakinan tauhid yang murni (Islam), berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah Nabi (Hadits), berwatak tajdid atau pembaharuan dan senantiasa melaksanakan dakwah Islam dalam seluruh bidang kehidupan dengan tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Demikian juga jika kita baca dan telaah tujuan Ormas Islam lain seperti NU, DDII, dan Hidayatullah dipastikan memuat cita-cita besar membentuk masyarakat Islam. Kita yakin, cita-cita tersebut tetap hidup dalam hati dan jiwa muslimin yang baru saja menyelesaikan puasa Ramadhan. Sebab hati dan jiwa mereka telah dilatih mampu mengendalikan diri, berinteraksi dengan Al-Quran dan peduli terhadap penderitaan saudara seiman.    

Karena itu, seharusnya alumni Ramadhan tetap melestarikan ketaqwaannya sekaligus berkhitmad mewujudkan masyarakat Islam yang bahagia, adil dan makmur. Kita mendambakan ketaqwaan tak berhenti pada kehidupan pribadi, namum tercermin juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Itulah bentuk taqwa yang sempurna.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!