Aceh yang Dermawan

GEMA JUMAT, 5 OKTOBER 2018

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Masyarakat Aceh tempo dulu dikenal sifat kedermawanan jika dilihat dari pelayanan yang baik terhadap setiap tamu dan banyaknya kenduri diadakan hampir setiap momentum. Spirit kederwananan diperoleh dari ajaran Al-Quran dan sunnah Rasulullah yang menganjurkan berinfak, sedekah dan peduli terhadap sesama muslim. Orang Aceh yakin, Allah akan membalas berbagai bentuk kepedulian, bantuan, dan sumbangan yang diberikan kepada orang lain.

Kedermawanan itu terus berlangsung dari generasi ke generasi hingga sekarang ini. Bentuknya pun semakin beraneka seiiring perkembangan zaman, permasalahan dan bantuan yang diperlukan masyarakat. Pernah satu periode konflik Aceh, masyarakat dengan suka cita mengaktualisasikan kedermawanaannya  dalam bentuk fasilitasi perjuangan aspirasi rakyat dan kepedulian terhadap pengungsi.

Masyarakat Aceh yang tak terkena gempa dan tsunami tahun 2004 telah menunjukkan kepedulian, solidaritas, dan berbagai bentuk sumbangan diberikan kepada saudara mereka se Aceh yang tertimpa musibah tsunami. Bantuan tersebut tentu sungguh berbekas dan menjadi bagian sejarah baru kedermawanan orang Aceh. Bantuan ini pula yang kemudian membentuk perilaku masyakarakat Aceh lebih mudah peduli dan berbagi terhadap berbagai bencana yang terjadi di dalam dan luar Aceh.

Sekarang, masyarakat Aceh kembali menunjukkan sifat dermawan dengan memberikan bantuan dan kepedulian terhadap masyakarat Palu dan Donggala. Pemerintah Aceh dan berbagai unsur swasta di Aceh bergerak menggalang bantuan, infak dan sedekah  untuk  masyarakat korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Berbagai komponen masyarakat membentuk pos-pos kepedulian, termasuk Masjid Raya Baiturrahman (MRB).

Dalam amatan kita, masjid adalah institusi Islam yang sangat tepat sebagai pusat kedermawanan ummat. Masjid bisa menjadi pusat penggalalan dana ummat untuk berbagai kepentingan dan sulusi permasalahan ummat seperti masalah kemanusiaan, kebencanaan dan kemiskinan. Masjid kemudian mengelolanya dengan perencanaan, peruntukan dan manajemen yang baik. Demikianlah mestinnya masjid menghimpun dan mengelola dana untuk korban bencana Palu dan Donggala. Dengan itu pula peran sosial masjid dari waktu ke waktu semakin penting dan nyata.  Kita salut MRB lebih cepat berinisiatif galang infak untuk Palu dan Donggala.

 

 

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!