Gema JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

Oleh:  Sayed Muhammad Husen

Ketika kita mengantar calon jamaah haji, hampir semua kita sempatkan berdoa semoga mereka menjadi haji mabrur. Sekarang kita menanti kepulangan para haji dari tanah suci, kita kembali berharap semuanya menjadi haji mabrur. Haji mabrur adalah amalan utama dalam Islam, sesuai sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan  Abu Hurairah RA, Rasulullah  SAW pernah ditanya:

“Apakah amalan yang paling utama?” Rasulullah SAW menjawab, “Beriman kepada Allah.” Sahabat itu bertanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah  SAW menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Sahabat itu bertanya lagi, “Kemudian apa?” Sabda SAW,  “Haji Mabrur.” (HR Bukhari dan Muslim).
Mabrur berasal dari bahasa Arab barra yang bermakna surga, benar, diterima, pemberian, keluasan dalam kebajikan. Dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah, haji mabrur dapat diartikan dengan haji yang dipandang baik dan benar, karena telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan syara’ sehingga diterima Allah dan diberi ganjaran berupa surga.
Ibnu Khalawalh mendefinisikan, haji mabrur adalah haji yang maqbul (diterima Allah). Al-Nawawy menyebutkan bahwa haji mabrur adalah haji yang pelaksanaannya tidak dinodai oleh dosa. Menurut al-Qurthuby, pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh pakar tentang haji mabrur maknanya berdekatan. Jadi, haji mabrur adalah haji yang sempurna hukum-hukumnya sehingga terlaksana secara sempurna  sebagaimana yang dituntut.
Untuk mencapai haji yang mabrur, diperlukan kebersihan dan kesempurnaan rangkaian-rangkaian kegiatan haji mulai dari awal hingga akhir. Dimulai dari niat yang ikhlas karena memenuhi panggilan Allah semata. Bukan karena motivasi-motivasi lainnya meskipun secuil.

Biaya yang dipergunakan untuk  melaksanaan haji dan bekal bagi keluarga yang ditinggalkan haruslah berasal dari rezeki yang halal lagi baik. Kemudian, dibarengi dengan usaha yang maksimal untuk mempelajari tata cara pelaksanaan haji sesuai dengan sunah Rasulullah SAW. Lalu, diwujudkan dengan melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya. (republika.co.id)

Dalam pandangan kita, haji mabrur adalah seorang muslim sempurna yang dapat dijadikan  sebagai pribadi model dalam masyarakat. Mereka telah melaksanakan seluruh rukun Islam, mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. Haji mabrur sudah memperbaiki hubungan baik dengan Allah SWT dan hubungan baik dengan sesama manusia.

Tantangan berikutnya adalah, seorang haji mabrur haruslah tetap istiqamah menjalankan ibadah pribadi dan ibadah sosial, sehingga abadi sebagai pribadi teladan sepanjang hayat.

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!