Istiqamah dalam Ibadah

Gema JUMAT, 15 JULI 2016

Oleh : Sayed Muhammad Husen

Istiqamah atau konsisten dalam beribadah adalah cara yang benar melestarikan spirit puasa Ramadhan. Dalam sebulan penuh selama Ramadhan kita telah menunjukkan sikap positif, kesungguhan dan intensif menjalankan berbagai bentuk ibadah yang bersifat pribadi dan sosial. Demikian juga kita telah membangun iklim kondisif bagi pengamalan ajaran Islam sebulan penuh itu.

Selama Ramadhan, kita telah meningkatkan ibadah shalat yang lebih sering dikerjakan sendiri-sendiri menjadi shalat berjamaah di masjid. Shalat tarawih/shalat lail kita kerjakan setiap malam. Membaca Al-Quran frekuensinya pun meningkat. Intinya, secara pribadi kita sungguh merasa lebih taat dan dekat dengan Allah SWT.

Selama Ramadhan, amal sosial kita juga meningkat drastis. Sedekah lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Rasa kepedulian semakin berkualitas. Santunan fakir miskin dan anak yatim kita gelar banyak tempat. Puasa Ramadhan ternyata telah mendorong kita lebih mampu empati terhadap penderitaan saudara seiman.

Selama Ramadhan, iklim sosial politik memberi dukungan dan bahkan menciptakan iklim kondusif terhadap orang-orang menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Banyak kantor pemerintah dan swasta menyelenggarakan kajian Islam. Televisi dan media lainnya memperbayak konten islami. Pengawasan terhadap makanan dan minuman sehat lebih meningkat.

Selama sebulan penuh benar-benar membahagiakan, karena kita merasakan syiar Islam yang kental, iklim lebih islami dan seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan yang cukup terhadap pengamalan syariat Islam. Ramadhan telah menginspirasi kita: kehidupan ini ternyata mampu kita rekayasa menjadi lebih baik, sehingga menjamin ibadah Islam dapat dilaksanakan dengan baik.

Sekarang, kita sudah berada di luar Ramadhan. Iklim itu berangsur berubah dan lama-lama kita kembali pada kehidupan sekuler. Seakan kehidupan ini kita pisahkan kembali dengan bakti kepada Allah SWT. Kita kembali menemukan Islam hanya di masjid, di dayah, di UIN, atau dalam semaraknya umrah dan haji. Seolah-olah syiar Islam cukup sebulan saja sepajang tahun.

Karena itu, kita perlu menyegarkan komitmen dan bersikap istiqamah, bahwa ibadah kita kerjakan dengan ikhlas, konsisten dan semata-mata mengharakan ridha Allah SWT. Kita harus punya cukup energi untuk menjaga keistiqamahan ibadah di dalam dan di luar bulan Ramadhan. Energi itu telah kita dapatkan selama Ramadhan dan semestinya kita lestarikan hingga Ramadhan berikurnya.

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!