Keadilan Bagi Muslim Uighur

GEMA JUMAT, 21DESEMBER 2018

Rasulullah saw mengatakan umat Islam perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur. Karenanya, antara sesama muslim kita dituntut untuk saling menyayangi, mengasihi, dan tolong menolong.

Ungkapan Rasulullah tersebut harus selalu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini sehingga teraplikasikan dalam kehidupan mereka kelak. Kita dapat mencontoh bagaimana Rasulullah menanamkan semangat persatuan kepada para sahabat. Beliau mampu menyatukan kaum muhajirin dan kaum asnhar. Kedua kelompok ini menyatu yang kemudian memperkuat umat Islam di tengah tantangan dari kaum kafir Quraisy.

Pada dasarnya seluruh umat Islam di dunia ini merupakan saudara. Kita dipersatukan oleh kekuatan iman, menyembah hanya kepada Allah, dan bersujud ke arah yang satu yakni ka’bah sebagai kiblat. Ditambah lagi kewajiban umat Islam melaksanakan ibadah jumat. Artinya setiap minggu kita dianjurkan meningkatkan semangat persatuan dengan berkumpul bersama dengan tujuan yang sama yaitu menyatukan hati beribadah kepada Allah.

Sebagai umat Islam dalam beberapa hari ini kita dikejutkan dengan penahanan sejuta muslim Uighur di Xinjiang, Republik Rakyat Cina (RRC) di kamp mirip penjara era perang. Umat Islam yang berada di kawasan bermayoritas komunis mendapatkan perlakuan dikekang menjalankan kewajibannya sebagai muslim. Mereka dijadikan pekerja paksa, muslimah dilarang mengenakan hijab, dilarang memberikan nama islami kepada anak-anak, dilarang salat, dan lainnya.

Perlakuan yang diterima muslim Uighur tentunya menggores hati umat Islam di dunia. Muslim di seluruh dunia dapat saling menyatukan kekuatan melalui media sosial, aksi, dan organisasi Islam internasional demi menyuarakan kebebasan umat Islam beribadah di manapun mereka beribadah. Tentunya suara umat Islam sangat berpengaruh di dunia internasional mengingat jumlah penganut Islam terbanyak di dunia.

Pelarangan-pelarangan terhadap mereka merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) untuk bebas menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Padahal, hak tersebut sudah dimasukkan ke dalam Deklarasi Universal HAM Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Kita berharap Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas muslim memanfaatkan politik luar negeri yang bebas aktif untuk menekan Cina menjamin kebebasan kepada muslim Uighur. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!