Pemuda Berintegritas Junjung Persatuan

GEMA JUMAT, 02 NOVEMBER 2018

Persatuan dan kesatuan pemuda menentukan kemajuan suatu daerah. Pemuda berkualitas itu tangguh, bertanggung jawab, disiplin, kreatif, kritis, dan idealis. Akan tetapi, situasi sekarang semakin berubah. Dalam konteks lokal bahkan hingga pada tingkat nasional terjadi perpecahan di tubuh organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan.

Kita dapat melihat sekarang pemuda seperti kehilangan idealismenya. Mereka begitu gampangnya diracuni kekuasaan semu dan uang. Daya kritis pemuda semakin terkikis akibat kedua hal tersebut. Terkadang mereka kritis ketika merasa terzalimi. Sayangnya, ketika ada kezaliman dirasakan orang lain, pemuda lainnya cenderung diam.

Sepertinya, sikap solidaritas yang sekarang dibina tidak berdasarkan ketulusan, melainkan kepentingan semata. Sekarang mereka bisa menjadi, di lain hari bisa menjadi lawan. Jika pemuda bukan lagi menjadi tempat sandaran, dengan siapa lagi idealisme itu bisa bertahan.

Padahal semua pemuda paham bahwa dengan persatuan mereka bisa bangkit. Di saat satu pemuda merasakan sakit, maka pemuda lainnya merasakan hal sama. Entah pemuda zaman dulu yang hebat ataukah tidak sedikit pemuda sekarang yang serakah. Kita lalai melihat kezaliman di samping kita ketika tawaran tahta berada di hadapan mata.

Untuk apa pemuda ada tapi seperti fana. Pemuda harus bergerak mengembangkan dirinya untuk kemudian membantu mereka yang dijajah ekonominya, keadilannya, dan segala hak yang melekat kepadanya.

Bukan waktunya lagi untuk berpecah belah. Satukan visi dan misi pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Narkoba, hoaks, radikalisme, fitnah, cacian, makian, itu semua musuhnya para pemuda. Berpeganglah pada kebenaran. Kita harus yakin bahwa kesalahan bila mewabah dan melekat dalam kehidupan manusia tetap akan salah selamanya.

Jauhi fanatisme agar dirimu tidak buta pada kesalahan. Di sinilah dibutuhkan daya kritis pemuda untuk tetap membedakan hak dan batil. Bersikaplah layaknya pemuda sejati yang memberikan manfaat kepada orang di sekelilingnya. Meskipun seorang pemuda tidak mampu mereduksikan perpecahan, setidaknya pemuda itu tetap berada pada komitmennya menjaga persatuan.

Tidak ada kata mundur bagi pemuda sejati. Bukan saatnya lagi berpangku tangan. Ayo, bangkit membangun negeri! Zulfurqan

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!