Penerapan Syariat Islam

GEMA JUMAT, 7 DESEMBER 2018

Ustaz Masrul Aidi dalam ceramahnya di pengajian Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (5/12) mengatakan, penerapan syariat Islam di Aceh seyogianya diawali dengan memperbaiki perekonomian masyarakat yang sesuai syariat. “Ketika kita belum mampu berbicara ekonomi,tetapi yang dikedepankan tentang tiga yaitu khalwat, maisir, dan khamar,” paparnya.

Dalam kitab-kitab yang dikarang ulama, persoalan awal yang diberikan adalah metode pelaksanaan, bukan langsung membicarakan hukuman bila melanggar sesuatu tersebut. Menurut Ustaz Masrul,  kalau syariat Islam yang dimasukkan mengedepankan hudud dahulu,  itu sungguh seperti tamu yang masuk dari pintu belakang. Menurut Ustaz Masrul, kalau perekonomian masyarakat membaik maka dapat mengurangi angka pelanggaran syariat.

Pernyataan Ustaz Masrul itu perlu ditanggapi dengan serius. Sebab ketika kebutuhan ekonomi terpenuhi, orang tidak akan melakukan kekerasan, pencurian, perampokan, dan sebagainya. Selain itu, dalam rangka mewujudkan itu maka dibutuhkan Grand Design Syariat Islam (GDSI) dalam pembangunan Aceh masa depan. Besar harapannya melalui penerapan syariat Islam, Aceh semakin maju dan bermartabat.

Draf GDSI itu sekarang sudah dalam tahap penyusunan di Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh. Kita berharap bahwa DSI bisa segera menyelesaikannya. Namun demikian, DSI tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari Bappeda sebagai sumber anggaran. Bappeda, seperti yang dikatakan mantan kepala DSI Aceh Munawar A Djalil, harus memastikan kegiatan SKPA dalam pembangunan Aceh sesuai syariat.

Kita juga harus memahami dengan baik siapa orang yang seharusnya menjalankan syariat Islam. Jangan-jangan selama ini kita berpendapat bahwa syariat hanyalah tanggung jawab Dinas Syariat Islam. Syariat Islam merupakan pedoman cara berkehidupan sesuai ajaran Islam. Maka, masyarakat Aceh sebagai daerah muslim harus tahu dan mau belajar tentang syariat.

Draf GDSI sudah sekitar tiga periode kepemimpinan DSI disusun. Penyusunan tersebut melibatkan orang andal dan tentunya menghabiskan anggaran serta tenaga, pikiran. Maka wajar saja masyarakat menantikan GDSI segera diusulkan menjadi rancangan qanun.

Tanpa GDSI kita tidak dapat mengetahui sebenarnya ke mana syariat Islam ini diarahkan. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa pelaksanaan syariat bukan hanya berbicara cambuk, khamar, maisir, dan khalwat, melainkan seluruh aspek kehidupan. Kita memang membutuhkan penegakan syariat Islam melalui tindakan pemberian hukuman, tetapi yang terpenting adalah mendidik masyarakat berperilaku islami dahulu. Zulfurqan

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!