Peran Serajah Ummat Islam

GEMA JUMAT, 18 AGUSTUS 2017

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Peran sejarah ummat Islam dalam perjuangan memerdekaan RI tak bisa dibantah dan dilupakan. Ummat Islam memiliki peran kunci dalam melawan kolonialisme dan meletakkan dasar-dasar berdirinya sebuah bangsa yang berdaulat. Dr Muhammad Natsir mengatakan, ummat Islam merebut negeri ini dari penjajah dengan panggilan jihad fiisabilillah.

Sejarah Indonesia sebenarnya banjir darah para syuhada. Pangeran Dipenogoro, Pangeran Antasari, Fatahillah, Syarif Hidayatullah, Teuku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Hasanuddin Imam Bonjol, Sultan Mahmud Syah adalah sebagian kecil pejuang yang menumpahkan darahnya demi bangsa Indonesia, di atas dasar jihad fiisabilillah.

Dalam hal ini, ummat seharusnya menjaga distorsi dan pembelokan sejarah, seakan peran ummat Islam dan komponen bangsa lainnya berbanding sama dalam pergerakan kemerdekaan. Akibat pemahaman ini, ummat Islam diposisikan sama dalam peran politik, ekonomi dan kebangsaan. Padahal ummat Islam  adalah pemilik aktor utama kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Aktivis Persis Hilman Indrawan  (www.persis.or.id) mengutip Prof Ahmad Mansur Suryanegara. Katanya, banyak sekali distorsi sejarah yang diajarkan pada pelajar Indonesia. Diantaranya adalah kiprah ummat Islam dalam kemerdekaan Indonesia yang “ditiadakan”.

Prof Hamka dalam tafsirnya Al-Azhar membuat uraian khusus tentang rangkuman strategi misionaris Kristen dan Orientalis dalam mengerdilkan peran ummat Islam. Antara lain, Hamka mencatat: “Diajarkan secara halus apa yang dinamai nasionalisme dan hendaklah Nasionalisme diputuskan dengan Islam. Sebab itu bangsa Indonesia hendaklah mencintai Gajah Mada daripada Raden Patah. Orang Mesir lebih memuja Fir’aun daripada mengagungkan sejarah Islam.”

Karena itu, dalam rangka HUT RI ke 72 kita perlu merefleksikan dua hal. Ummat Islam perlu meluruskan kembali sejarah perjuangan ummat Islam dalam pergerakan kemerdekaan RI. Sejarah peran ummat harus ditulis kembali dan disajikan secara jujur dalam dunia pendidikan.

Kedua, ummat Islam harus menuntut peran yang proporsional dalam bidang politik, ekonomi dan peran kebangsaan lainnya. Diantara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas SDM ummat Islam dan peningkatan peran dalam pembangunan bangsa. Ummat Islam harus memperjuangkan hak-haknya sebagai pemilik sah negeri ini.

Ormas, partai dan cendikiawan Islam dapat memainkan peran strategis, sehingga keberadaan ummat Islam benar-benar diperhitungkan di pentas nasional. Peran ini tentu sanja sangat ditentukan oleh kemampuan  manajerial dalam mendayagunakan potensi besar ummat Islam. Maka, marilah kita bersatu menggerakkannya.

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!