Ramadhan dan Perbaikan Pribadi

GEMA JUMAT, 18 MEI 2018

Oleh:  Sayed Muhammad Husen

Pribadi dan jamaah muslimin tidaklah seragam. Tidak semuanya baik dan shalih. Tidak juga semua ingkar dan maksiat. Kualitas keimanan pribadi dan jamaah muslim tentu saja bervariasi, ada yang sudah baik, sedang dan sebagian lagi sedang berproses menuju menjadi muslim yang sempurna. Salah satu wahana islamisasi pribadi dan jamaah muslim adalah puasa Ramadhan.

Pengendali yang dapat digunakan untuk perbaikan pribadi dan jamaah muslim adalah iman. Keimanan akan mudah kita tingkatkan, segarkan dan aktualisasikan karena didukung iklim kondusif selama bulan Ramadhan. Dukungan itu kita peroleh dari pemerintahan, masyarakat sipil mulim dan pengusaha. Semua pihak di Aceh mendukung keimanan ditingkatkan,  kepribadian muslim disempurnakan dan amal shalih dilaksanakan.

Puasa Ramadhan berpengaruh langsung terhadap perbaikan muslim. Dengan puasa, seorang muslim akan merasakan manisnya iman dan ridha kepada Rabb, Islam dan kerasulan Muhammad saw. Rasulullah saw bersabda: “Akan merasakan manisnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi.” (HR Muslim). Hal itu akan mudah dirasakan seorang muslim, sebab sedang dalam binaan, gemblengan dan latihan intensif puasa Ramadhan.

Dengan pembinaan selama puasa Ramadhan, pribadi dan jamaah muslim diharapkan akan mampu melakukan perbaikan, sehingga semakin patuh, taat dan taqwa kepada Allah Swt. Semakin dekat dengan Allah Swt dan gemar mengerjakan berbagai kebaikan. Sebaliknya, perbaikan dilakukan supaya semakin jauh dari berbagai keburukan dan kemaksiatan. Semakin benci dan mampu meninggalkan hal-hal yang merugikan kepentingan Islam dan ummat Islam.

Kita berharap, target puasa Ramadhan benar-benar diwujudkan setiap muslim: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR Bukhari dan Muslim). Demikianlah perbaikan dan perubahan dirasakan seorang muslim, bahwa dengan menunaikan puasa akan menjadi pribadi-pribadi yang bersih dari dosa dan memperoleh derajat taqwa. Dengan pribadi yang bersih dari dosa dan derajat taqwa ini pula kita lakukan perbaikan jamaah muslimin.

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!