Remaja Masjid Remaja Bisnis

GEMA JUMAT, 12 OKTOBER 2018

Oleh:  Sayed Muhammad Husen

Salah satu sunnah Rasulullah Saw adalah menjadi pedagang atau pelaku bisnis. Sunnah ini pula yang hendaknya “ditularkan” kepada aktivis remaja masjid, sehingga mereka menjadi remaja bisnis, yaitu remaja yang sejak awal belajar dan mengenali entrepreneurship dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan dan lingkungan masyarakat. Mereka menyiapkan diri sebagai pengusaha, saudagar atau pelaku bisnis lainnya.

Demikian kesadaran muncul dalam forum Musyawarah Besar Remaja Masjid Raya Baiturrahman (Mubes RMRB) ke 6, Ahad 7/10/2018. Ketua RMRB Anwar Ridha SPd mengatakan, sudah saaatnya remaja masjid memulai kegiatan bisnis dalam skala terbatas di lingkungan masjid. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai praktik wirausaha untuk membekali pemuda dan remaja masjid, yang pada waktunya mereka mampu tampil sebagai pengusaha sukses.

Kita melihat, lingkungan MRB cukup mendukung bagi pemuda dan remaja yang hendak belajar dan memulai kegiatan bisnis, sebab masjid termegah di ASEAN ini sedang dipersiapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tentu saja BLUD dikelola dengan prinsip-prinsip bisnis, sehingga dalam pengelolaannya dapat mandiri dan mampu menyediakan seluruh biaya operasional yang diperlukan. Bahkan anggaran masjid bisa surplus.

Kegiatan MRB yang selama ini sudah dilakukan dengan prinsip-prinsip bisnis perlu terus ditingkatkan, seperti Lembaga Keuangan Syariah Baitul Qiradh Baiturrahman dan Radio Baiturrahman. Beberapa kegiatan lain juga potensial memasok pendapatan masjid seperti lembaga pendidikan dan Tabloid Gema Baiturrahman. Selain itu, perlu memetakan bisnis lain yang layak dilakukan oleh menajemen masjid.

RMRB bisa saja mengusulkan beberapa kegiatan bisnis seperti mendirikan travel haji dan umrah, praktik dokter spesialis, apotek, toko buku, toko pakaian muslim, air sisi ulang,  manajemen ZISWAF, jasa konsultan, serta bisnis media.  Dengan bisnis-bisnis ini tentu akan memberi ruang bagi remaja masjid untuk belajar dan magang, sehingga pada waktunya mereka akan terampil menjadi remaja bisnis. Semua ini sangat mungkin dilakukan mengingat MRB telah “diperkuat” status sebagai Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) Dinas Syariat Islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!