Santun Berbahasa Indonesia

GEMA JUMAT, 19 APRIL 2019

Pada era globalisasi ini, bahasa sangat dibutuhkan sebagai alat komunikasi bagi manusia sebagai fungsi dasar bahasa yang berhubungan dengan status sosial. Nilai-nilai kebahasaan tidak dapat ditinggalkan apabila dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Fungsi-fungsi bahasa sangat beragam, seperti melalui salah satu fungsi bahasa tertentu yang dapat digunakan berdasarkan kebutuhan pribadi, dengan menggunakan bahasa juga dapat mengekspresikan diri.

Bahasa mempunyai nilai-nilai sosial, budaya luhur bangsa yang kuat. Oleh karenanya kita sebagai generasi penerus harus bangga, menjunjung tinggi dan dapat mempertahankan nilai-nilai sosial dan budaya luhur bangsa dengan sebaik-baiknya.

Seiring perkembangan zaman, manusia dapat mengekspresikan diri menggunakan bahasa tulis di media sosial. Sayangnya, tidak sedikit pengguna media sosial menggunakan bahasa yang tidak santun untuk menyampaikan pendapat maupun mengekspresikan diri. Penggunaan bahasa yang santun dan benar merupakan cerminan diri seseorang yang baik, berbudi luhur, dan berkualitas. Dan sebaliknya jika tidak memenuhi etika berbahasa santun dan benar akan akan mencitrakan kepribadian yang buruk.

Penggunaan bahasa yang tidak santun berpotensi menimbulkan perpecahan dan permusuhan. Hal tersebut sudah bergeser dari nilai-nilai kebahasaan. Dalam ruang lingkup kecil, permusuhan akan membuat pribadi seseorang tidak akan diterima di dalam kelompok sosial kemasyarakatan. Sedangkan dalam lingkup lebih luas, sebuah bangsa tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain bila tidak saling bersatu bahkan keamanan Negara dapat terancam. Maka, dibutuhkan sebuah upaya untuk menyosialisasikan dan mendidik masyarakat untuk berbahasa Indonesia yang santun dan benar. Sementara itu, tujuan berbahasa yang benar adalah untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman antarmasyarakat yang dapat berujung kepada perpecahan.

Alfiati (2015:18) menuturkan, kesantunan atau etika adalah tata cara, adat, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu, kesantunan ini disebut sebagai tatakrama.

Hal ini berlaku pula dalam penggunaan bahasa lisan. Faktanya, tidak sedikit dari masyarakat, terutama anak-anak menggunakan bahasa yang tidak santun. Di warung kopi dapat dijumpai anak-anak berkomunikasi bahasa Indonesia yang kasar sambil bermain game. Fenomena sangat menyedihkan mengingat anak-anak merupakan generasi masa depan.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!