Wibawa Seorang Pemimpin

GEMA JUMAT, 25 JANUARI 2019

Karakter kepemimpinan pada diri seseorang dapat tercipta dengan sendiri, dibentuk melalui pendidikan, maupun jabatan kepemimpinan yang diwariskan oleh orangtuanya. Sejatinya, seorang pemimpin harus mampu mengajak dan memengaruhi orang lain agar senantiasa melaksanakan gagasannya.

Kewibaan seorang pemimpin sangat menentukan apakah perkataannya akan diikuti orang lain atau mendapatkan cemoohan. Kewibawaan itu sendiri terlihat pada perkataan dan perbuatannya. Selain mampu berbicara, pemimpin sepatutnya memiliki skil mendengarkan. Pemimpin yang hanya mengumbar janji pada masa pemilihan, sedangkan tidak pernah berbuat tentunya menjadi tolok ukur pemimpin tersebut berwibawa atau tidak.

Pemimpin yang berwibawa berpegang terus terhadap kebenaran meskipun badai kencang menerpanya. Tidak takut terhadap ancaman-ancaman manusia, melainkan hanya takut kepada Allah. Karena pada hari kiamat nanti, Allah akan mempertanyakan tanggung jawab seorang pemimpin.

Hadirnya pemimpin merupakan cerminan dari daerah yang dipimpinnya. Ia tidak boleh membeda-bedakan kelompok tertentu karena ia milik umat. Dengan demikian, ia harus mendengarkan aspirasi umat, membuat kebijakan tepat sasaran, tegas, adil, dan taat kepada Allah.

Tentunya, tidak mudah menjadi seorang pemimpin. Banyak godaan yang menerpa seperti godaan penyalahgunaan jabatan demi kepentingan pribadi, korupsi, ditambah lagi permintaan jabatan dari orang dekat.

Nabi Muhammad saw merupakan teladan bagi para pemimpin ataupun calon pemimpin. Empat karakter rasulullah sehingga berhasil memimpin umat Islam yakni jujur, amanah, menyampaikan, dan cerdas. Keempat sifat inilah yang sekarang sulit dimiliki para pemimpin sekarang.

Sistem kepemimpinan yang diterapkan adalah musyawarah. Melalui musyawarah persoalan dapat diselesaikan tanpa ada satu pihak pun yang merasa dirugikan. Selain itu, rasulullah memiliki akhlak yang sangat mulit sehingga menjadi salah satu kekuatannya untuk mengajak orang lain taat kepada Allah semata.

Kita berharap di negeri lahir para pemimpin yang memiliki suri teladan mulia, mampu mengajak umat untuk meningkatkan iman dan takwa. Ketika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa maka Allah senantiasa menurunkan keberkahannya. Dan di saat Allah memberikan keberkahan tentunya negeri tersebut sejahtera dan bahagia. Berkah bukan persoalan kuantitas melainkan kualitas. Misalnya harta yang diperoleh dengan cara haram akan mudah menguap, membawa penyakit, dan tidak membawa ketenangan. Zulfurqan

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!