Memaknai Bulan Shafar

GEMA JUMAT, 4 OKTOBER 2019

Oleh : Dr. Ir. H. Basri A Bakar, M. Si

“Katakanlah, ’Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”(QS. At-Taubah : 51).

Banyak ummat Islam yang menganggap bahwa bulan Shafar ini adalah bulan bala karena dalam sejarah banyak sekali masalah atau cobaan yang biasanya turun ke bumi. Orang-orang terdahulu bahkan menganggap musibah banyak terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar.   Padahal, musibah atau cobaan itu bukan hanya diturunkan pada bulan Shafar, melainkan semua itu terjadi karena kehendak Allah SWT. Tidak ada bulan mulai Muharram sampai Dzulhijjah yang menjadi bulan bala. Semuanya adalah bulan yang istimewa karena bulan itu ada atas izin Allah SWT.

Hingga kini memang masih berkembang dalam kalangan masyarakat muslim terutama di Aceh dengan anggapan bulan Shafar sebagai bulan kemalangan, sehingga ada budaya untukdatang ke laut untuk merayakan Rabu Habeh (Rabu Terakhir) bulan Shafar. Padahal anggapan demikian sangat bertentangan dengan nilai-nilai ketauhidan, apalagi bila ada yang menganggap pergi ke pantai untuk membuang sial atau menolak bala. 

Perlu dipahami bahwasanya bala atau musibah yang Allah SWT turunkan pada hari Arba’ Musta’mir tersebut tidak serta merta menjadi rumusan dan menganggap bahwa bulan Shafar adalah bulan sial. Justru sebaliknya, kita maknai bahwa di bulan Shafar ini Allah SWT mungkin ingin memberikan ujian kepada umat-Nya. Oleh karena itu, ketika musibah itu dianggap sebagai ujian, maka setiap orang harus berusaha menerimanya dengan seikhlas mungkin agar mendapat nilai yang baik. Salah satunya dengan instrospeksi diri, dan memperbanyak amal ibadah agar dihindarkan dari mara bahaya.

Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah kehendak Allah SWT, maka ketaqwaan kita juga diharapkan akan meningkat. Kita semakin rajin beribadah seperti  shalat fardhu karena tiada lain tujuan yang diharapkan kecuali untuk mendapat ridha Allah SWT.

MARI SUBUH BERJAMAAH

SUBUH KELILING DKMA

Hari/ tanggal                : Sabtu, 5 Oktober  2019

Tempat                        : Masjid Al Muttaqin Peunayong

Imam                           : Ust. Bukhari Ali, S.Ag

Penceramah               : Tgk. Mukhtaruddin Sufi

SAFARI SUBUH BBC

Hari/ tanggal                : Ahad, 6 OKtober 2019

Tempat                        : Masjid Taqwa Lhong Raya

Imam                           : Ust. Mauliza Akbar

Penceramah               : Prof Dr H. Farid Wajdi Ibrahim, MA

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!