Menjaga Shalat Fardhu

GEMA JUMAT, 5 APRIL 2019

Oleh H. Basri A. Bakar

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Quran) dan dirikanlah shalat! Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allâh (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadath-ibadah yang lain) dan Allâh mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Ankabût: 45)

Sesungguhnya inti dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah penjemputan kewajiban shalat oleh Nabi Muhammad SAW langsung dari Allah ‘azza wa jalla dan merupakan ”paket perjalanan” yang spektakuler yang tidak diberikan kepada hambaNya yang lain.

Dalam peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab itu, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram  Mekkah menuju Masjid al Aqsha di Palestina, selanjutnya dimi’rajkan ke langit hingga Sidratul Muntaha dan Baitul Makmur yang jauhnya tidak mampu diukur sampai sekarang.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Ma’mur, lalu Allah SWT mewajibkan shalat limapuluh kali sehari-semalam untuk ummatnya. Nabi Muhammad menerima begitu saja dan langsung bergegas,  namun saat bertemu Nabi Musa as, Rasulullah diingatkan, bahwa umat Muhammad tidak akan kuat dengan lima puluh waktu itu. Musa menyarankan agar Muhammad minta kepada Allah keringanan. Dalam riwayat, sembilan kali Rasulullah turun naik meminta kekurangan jumlah shalat yang diwajibkan kepada ummatnya. Akhirnya Rasulllah menerima dengan tulus perintah shalat lima kali dalam sehari semalam, meskipun Nabi Musa masih mengingatkan untuk meminta lagi kekurangan kepada Allah.

Oleh karena itu ummat Islam perlu menjaga shalat lima waktu yang nilainya sama dengan lima puluh waktu. Kita harus selalu mengajak keluarga kita masing-masing untuk istiqamah mendirikan shalat tepat waktu berdasarkan ilmu.  Sayangnya, setiap tahun ummat Islam memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj dengan mengundang pencetamah kondang, namun di balik itu masih banyak ummat Islam yang meninggalkan shalat tanpa alasan syar’i, padahal meninggalkan satu kali shalat diancam dengan siksa yang amat pedih kelak di hari akhirat.

MARI SUBUH BERJAMAAH

SUBUH KELILING DKMA

Hari/ tanggal                : Sabtu, 6 April 2019

Tempat                        : Masjid  Syech Abdurrauf  Blang Oi

Imam                           : Ust. Bukhari M. Ali

Penceramah               : Ust. Fahmi Sofyan, MA

SAFARI SUBUH BBC

Hari/ tanggal                : Ahad, 7 April 2019

Tempat                        : Mushalla Al Furqan Perum Ajun

Imam                           : Ust. Isfahani

Penceramah               : Ust. H. Fakhruddin Lahmuddin, Lc

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!