Ahsani Taqwim

GEMA JUMAT, 18 JANUARI 2019

Oleh H. Basri A. Bakar

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)” (QS. At Tiin : 3 – 4)

Dalam surat At-Tiin di atas, Allah SWT menginformasikan kepada kita dua keadaan manusia yang saling kontradiktif, yang pertama manusia Ahsani Taqwim (manusia yang paling baik) dan yang kedua manusia Asfala Safilin (manusia yang paling rendah).

Dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa Ahsani taqwim adalah manusia yang memilki bentuk yang paling baik dibandingkan dengan makhluk yang lain, sedangkan Asfala Safilin adalah gambaran manusia pada saat usia tuanya yang tidak lagi mampu untuk mengerjakan aktivitas sehari-hari sebagaimana yang dilakukan pada waktu mudanya.  Demikian pula dalam tafsir Muyassar menjelaskan bahwa Ahsani Taqwim adalah sama pengertiannya dalam tafsir Jalalain yakni manusia memiliki bentuk paling baik dibandingkan dengan makhluk yang lain, sedangkan pengertian Asfala Safilin sendiri adalah manusia yang tidak taat pada Allah SWT dan Rasul-Nya, kelak akan dikembalikan pada tempat yang paling buruk dari pada tempat yang lain yakni neraka jahannam.

Untuk meraih kedudukan Ahsani Taqwim, dan terhindar dari Asfala Safilin, maka kita harus mensyukuri berbagai karunia dan nikmat Allah SWT yang tak terhingga. Allah berfirman yang artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7).

Selanjutnya,kita harus menggunakan karunia badan dan pancaindera yang masih sempurna ini dengan menggunakannya sesuai dengan fungsi dan kegunaannya untuk taat kepada Allah SWT, karena akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Tangan, kaki, serta mulut kita ini akan menjadi saksi di akhirat kelak, sebagaimana firmanNya.  “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dulu mereka usahakan”. (QS. Yasin: 65)

MARI SUBUH BERJAMAAH

SUBUH KELILING DKMA

Hari/ tanggal                : Sabtu, 19 Januari 2019

Tempat                        : Masjid Miftahul Jannah Gp Punge Ujong

Imam                           : Ust. Bukhari M. Ali

Penceramah               : Ust. Muakhir Zakaria, Lc, MA

SAFARI SUBUH BBC

Hari/ tanggal                : Ahad, 20 Januari 2019

Tempat                        : Masjid  Al Makmur (Oman) Lamprit

Imam                           : Ust. Fathurrahmi, MSi

Penceramah               : Ust. H. Fakhruddin Lahmuddin, Lc

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!