Ashabul Fiil

GEMA JUMAT, 30 NOVEMBER 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. Al Fiil: 1-5).

Ayat tersebut menceritakan kisah pasukan gajah (ashabul fiil)  yang ingin menghancurkan Ka’bah, namun digagalkan dan dimusnahkan Allah. Raja Abrahah dari negeri Habasyah yang membangun  kanisah (gereja) di negeri Yaman saat itu tidak senang haji berada di Arab. Lalu ia pun berniat menghancurkan Ka’bah.

Abrahah dengan sombongnya memimpin pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah, dengan persiapan matang lengkap dengan logistik.  Orang-orang Arab tidak punya persiapan apa-apa untuk menghadang mereka  tatkala mereka sudah mendekati Mekkah. Malah penduduk Mekkah merasa takut dan mencekam, tidak ada yang berani keluar melihat kebringasan ashabul fiil tersebut.

Ternyata Allah tidak membiarkan mereka berbuat makar. Allah memerintahkan burung Ababil yang terpencar-pencar, datang berkelompok menghadang tentara gajah. Burung-burung tersebut membawa batu di paruhnya, melempar tentara gajah atas perintah Allah. Menurut Ibnu Abbas, batu itu berasal dari lumpur (thin) yang dibentuk jadi batu. Ada juga yang menafsirkan bahwa batu tersebut adalah batu yang dibakar (matbukh), untuk melempar pasukan gajah tersebut. Apa yang terjadi sangat dahsyat, mereka hancur berkeping-keping seperti dedaunan yang dimakan ulat.

Peristiwa tersebut bersamaan dengan tahun kelahiran Rasulullah saw yang dikenal dengan Tahun Gajah sekaligus bukti kekuasaan Allah untuk melindungi Ka’bah dari tangan-tangan kotor. Bahwa teknologi secanggih apapun tidak akan mampu mengalahkan kekuasaan Allah.

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!