Berbuat Baik dengan Tetangga

“Dan demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah seseorang beriman hingga ia mencintai untuk tetangganya, atau beliau berkata, untuk sudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

Tetangga merupakan sosok yang paling dekat dalam kehidupan kita seseorang. Seringkali tetangga duluan lebih tahu daripada kerabat atau keluarganya yang tinggal di tempat lain. Saat kita sakit atau ditimpa musibah, tetanggalah yang pertama membantu kita. Itu sebabnya, Islam sangat memperhatikan tentang berbuat baik kepada.

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan, penyebutan istilah “tetangga” mencakup yang muslim maupun yang ka r, yang ahli ibadah ataupun yang fasik, teman ataupun musuh, yang senegara ataupun dari negeri lain, yang bisa memberikan manfaat ataupun yang akan membahayakan, yang masih kerabat ataupun bukan saudara, yang dekat rumahnya ataupun yang jauh.

Allah SWT ber rman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa : 36)

Demikian pula Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia mengatakan hanya hal yang baik atau diam. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menghormati tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menghormati tamunya”. (HR. Muslim)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!