Jangan Tamak

GEMA JUMAT, 10 AGUSTUS 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya. (QS. Muhammad: 22-23)

Dalam bahasa Arab, serakah disebut tamak yang artinya sikap tak pernah merasa puas dengan yang sudah dicapai meskipun banyak.  Serakah adalah salah satu dari penyakit hati, yang selalu ingin menguasai tanpa pernah cukup, kadang tidak peduli halal atau haram.  Bahkan tidak berpikir resiko harus mengorbankan kehormatan orang lain, yang penting apa yang menjadi kebutuhan nafsunya dapat terpenuhi.

Memang manusia umumnya sangat mencintai harta dan akan terus mencarinya, tidak pernah merasa puas dengan yang sudah ada, mereka sangat tamak kepada harta dan panjang angan-angan.   Allah SWT berfirman yang artinya :  “Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS. Al-Fajr: 20). Rasulullah bersabda : “Sungguh, seandainya anak Adam memiliki satu lembah dari emas, niscaya ia sangat ingin mempunyai dua lembah (emas). Dan tidak akan ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah. Kemudian Allah mengampuni orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari – Muslim)

Ciri orang tamak antara lain tidak mensyukuri nikmat yang telah dimiliki,  selalu merasa kurang dan ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain. Selain itu sifat orang tamak biasanya

panjang angan-angan yaitu suka menghayal dan tidak realistis serta kikir, takut hartanya berkurang karena bersedekah.

Dalam sebuah hadis lain, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa ketamakan manusia terhadap harta dan jabatan pasti akan merusak agamanya. Bahkan ketamakan manusia kepada harta dan kepemimpinan akan membawa kepada kezhaliman, kebohongan dan perbuatan keji.

 

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!