Keutamaan Sya’ban

GEMA JUMAT, 19 APRIL 2019

Oleh H. Basri A. Bakar

Bulan Sya’ban sering disebut asy’ban alba’dham atau bulan Sya’ban yang diagungkan. Hal ini disebabkan karena bulan Sya’ban telah terjadi beberapa persistiwa penting dalam sejahrah Islam antara lain berubahnya arah kiblat shalat dari Masjidil Aqsha ke Ka’bah di Masjidil Haram yang tepatnya terjadi pada tgl 15 Sya’ban (nisfu Sya’ban) dan diangkatnya catatan amal manusia selama tahun itu. Selain itu pada bulan Sya’ban ditentukannya kembali (revisi) takdir bagi manusia untuk setahun ke depan, sehingga bulan Sya’ban juga disebut,Syahru Qaddarruu fiihiil amar. Maksudnya pada bulan itulah takdir Allah untuk manusia ditampakkan kembali, jadi pada malam Nisfu Sya’ban ini Allah membuat ketentuan-ketentuan baru (ta’dirul amal) bagi setiap manusia untuk setahun ke depan.

Oleh karena itu, di bulan Sya’ban ini kita disunnahkan untuk memperbanyak berpuasa Sya’ban. Tentu saja bukan semata-mata berpuasa hanya menahan diri dari makan dan minum dan segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari, tetapi betul-betul berusaha untuk mencapai esensi puasa itu sendiri, yaitu termasuk meninggalkan perkataan yang keji (qaul al-zûr) dan perbuatan kotor (maksiat).

Imam Ahmad rahimahullah dan Nasa’i rahimahullah meriwayatkan sebuat hadits dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau  mengatakan, “Rasulullah SAW  tidak pernah berpuasa dalam sebulan sebagaimana beliau berpuasa pada bulan Sya’ban. Lalu ada yang berkata, Aku tidak pernah melihat anda berpuasa sebagaimana anda berpuasa pada bulan Sya’ban. Rasulullah SAW menjawab, ‘Banyak orang melalaikannya antara Rajab dan Ramadhan. Padahal pada bulan itu, amalan-amalan makhluk diangkat ke Hadirat Rabb, maka saya ingin amalan saya diangkat saat saya sedang puasa”. 

MARI SUBUH BERJAMAAH

SUBUH KELILING DKMA

Hari/ tanggal                : Sabtu,20 April 2019

Tempat                        : Masjid Syuhada Gp. Lamgugob

Imam                           : Ust. Bukhari M. Ali

Penceramah               : Ust. H. Masrul Aidi, Lc

SAFARI SUBUH BBC

TIDAK DIKIRIM DATA

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!