Mari Berhijrah

GEMA JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar kalau mereka mengetahuinya. (Yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal.” (QS. An-Nahl: 41-42).

Beberapa hari yang lalu kita sudah memasuki tahun baru 1 Muharram 1440 hijrah. Sebagai ummat Islam tentu saja setiap memasuki tahun baru semestinya melakukan perenungan dan muhasabah terhadap apa yang telah dilakukan selama setahun yang lewat. Apakah amal-amal kebajikan yang dikerjakan sudah memenuhi syarat untuk diterima oleh Allah atau sebaliknya.

Secara harfiah, Hijrah berarti meninggalkan semua perbuatan yang dilarang dan yang dimurkai oleh Allah Swt untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, yang disuruh Allah Swt dan di ridhai-Nya dan secara istilah adalah berpindah dari negara kafir ke negara Islam. Negara kafir adalah suatu negara yang syiar-syiar Islam tidak ditegakkan; seperti adzan, shalat berjamaah, hari raya, shalat Jumat, dan lainnya.

Dulu Rasulullah berhijrah bersama para sahabat dari Mekkah ke Madinah atas perinta Allah bertujuan selain menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan, ancaman, dan kekerasan kaum kafir Quraisy, juga beliau memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah, sehingga dapat meningkatkan usaha-usahanya dalam berjihad di jalan Allah SWT, untuk menegakkan dan meninggikan agama-Nya (Islam).

Hijrah merupakan tonggak penting bagi perjalanan Islam dan kaum muslimin. Dengan adanya hijrah, kaum muslimin menemukan posisi strategis untuk mengembangkan dakwah Islam dan menancapkan pondasinya yang kokoh sehingga terwujud negara Islam yang kuat.

Imam Ibnu Hajar mengatakan, “Kewajiban hijrah dari Mekah telah terhenti sejak ditaklukkan dan Mekah menjadi negeri Islam. Tetapi jihad masih tetap wajib ketika dibutuhkan sebagaimana ditafsirkan oleh beliau ‘Jika kalian diseru untuk berjihad maka berangkatlah’.” (Fathul Bari, 4:47)

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!