Menjaga Kesatuan

GEMA JUMAT, 14 DESEMBER 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, (QS. Ali Imran: 103).

Agama Islam adalah agama yang agung, agama yang memotivasi pemeluknya untuk bersatu dalam kebenaran dan melarang untuk bercerai berai. Menundukkan hati mereka untuk menjaga kesatuan, karena persatuan dan kesatuan adalah nikmat yang besar, yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya.

Interaksi sosial masyarakat tidak akan berlaku kecuali dengan persatuan, demikian pula tidak akan teratur dunia ini kecuali dengan persatuan. Dengan persatuan akan menuju kebahagiaan dan keagungan umat. Dalam persatuan terdapat rasa manis dan kasih sayang. Oleh karena itu, Allah menyifati orang-orang beriman dengan sifat berkasih sayang antar sesama mereka.

Allah mengabarkan bahwa perpecahan telah membinasakan orang-orang terdahulu karena saling menimbulkan kebencian antara mereka. Allah swt berfirman, yang artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya” (QS. Al An’am: 153).

Al-Qur`an juga menegaskan, bahwa perbedaan yang ada dalam masyarakat adalah sunnatullah, sehingga sebagai hamba-Nya kita ditugaskan menjaga keragaman tersebut. Allah menegaskan dalam firmanNya : “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan telah kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya terjadi saling kenal mengenal di antara kalian. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui juga maha mengenal’(QS. Al-Hujarat :13).

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!