Menjemput Shalat

GEMA JUMAT, 20 APRIL2018

Oleh H. Basri A. Bakar

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba- Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis).” (QS. Al-Isra: 1)

Bagi umat Islam, Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang penting, karena inilah momentum shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat kesempatan melakukan perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha. Isra’ Mi’raj juga merupakan dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad SAW dalam waktu hanya satu malam saja.

Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut para ulama, Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620 – 621 M. Al-Allamah al-Manshurfuri, menyebutkan Isra’ Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah pendapat yang populer.

Itu sebabnya di seluruh dunia Islam, memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj pada malam 27 Rajab setiap tahun dengan berbagai agenda terutama menyampaikan sejarah dan nasehat di balik peristiwa agung sebagai salah satu mukjizat Rasulullah yang sulit diterima akal. Sesungguhnya Isra’ Mi’raj adalah suatu “perjalanan Ilahiyah” yang tiada bandingnya, karena secanggih apapun teknologi penerbangan,

belum mampu menembus angkasa yang sangat jauh dari bumi apalagi sampai ke Sidratul Muntaha, kecuali dengan kehendak Allah dan hanya diberikan kepada Nabi kita Muhammad SAW serta berlaku hanya satu kali dalam sejarah peradaban manusia.

Perintah shalat yang awalnya 50 kali dalam sehari semalam mendapat pengurangan atas permintaan Rasul sehingga tinggal lima kali saja. Rasulullah turun hingga bertemu kembali dengan Nabi Musa ‘alaihis salam, lalu memberitahu bahwa telah tinggal lima kali shalat sehari semalam. “Kembalilah kepada Rabb-mu, mohonlah kembali keringanan untuk ummatmu. Karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melaksanakannya,” pesan Nabi Musa a.s saat itu. Rasulullah SAW menjawab, “Sungguh aku telah berulang kali menghadap dan memohon keringanan kepada Rabb-ku, sehingga aku telah merasa malu”. (HR. Imam Muslim).

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!