Menyambut Ramadhan

GEMA JUMAT, 11 MEI 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala Allah, maka akan diampunilah dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beberapa hari lagi ummat Islam akan menyambut bulan suci Ramadhan, bulan yang mulia, yang didambakan oleh setiap insan yang beriman. Di bulan tersebut, Allah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada seseorang dengan pahala yang dilipatgandakan dengan syarat harus ikhlas dan semata-mata mengharap ridha Allah Ta’ala.

Marilah kita merenung dan introspeksi, sudah berapa kali kita berjumpa dengan Ramadhan. Apakah kita telah mampu merubah diri kita ke arah yang lebih baik, meraih pelajaran-pelajaran berharga dari bulan Ramadhan? Apakah berpuasa merupakan rutinitas tahunan untuk sekedar melepaskan kewajiban sebagai muslim? Masih banyak pertanyaan yang mesti kita pertanyakan kepada diri kita sendiri.

Menyambut Ramadhan bukanlah mempersiapkan bekal logistik yang cukup di rumah untuk bahan berbuka dan sahur. Tapi yang lebih penting adalah mempersiapkan mental dan keimanan dalam melaksanakan perintah Allah dengan tulus ikhlas. Untuk menjadikan Ramadhan lebih baik dan berkualitas, dibutuhkan persiapan yang ekstra serius dan sungguh-sungguh, khususnya dalam menyiapkan ilmu-ilmu syar’i seputar seluk-beluk berpuasa.

Hanya dengan bekal ilmu syar’i yang cukuplah, ibadah yang dijalani selama sebulan penuh menjadi ibadah yang maqbulah (diterima oleh Allah Ta’ala). Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang beramal (beribadah) yang tidak ada perintah dari kami, maka ibadahnya tertolak”. (HR. Muslim). Oleh karena itu, mari kita sambut Ramadhan dengan penuh keimanan, mempersiapkan diri dengan ilmu, memperbanyak zikir dan istighfar serta menyerahkan diri hanya kepada Allah SWT.

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!