Menyelamatkan Akidah

GEMA JUMAT, 29 NOVEMBER 2019

Oleh Dr. Ir.H. Basri A. Bakar, M.Si

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit”. (QS. Ibrahim : 24)

Demikianlah perumpamaan sebuah akidah, yang berkedudukan tinggi. Ia menancap kokoh dalam jiwa pemiliknya dan terpendam pada kalbu orang-orang yang meyakininya. Dengan akidah tersebut menghasilkan keshalihan dan kepribadian yang mantap, istiqamah dalam jalan hidup dan kesempurnaan dalam amalan-amalan, selalu bersyukur atas nikmat Allah, sabar atas cobaan serta komitmen dengan perintah Allah swt.

Aqidah bagi Ahlu Sunnah tetap berkomitmen penuh dengan al-Quran dan Sunnah, yang diajarkan Nabi Muhammad saw kemudian diyakini oleh para sahabat dan pengikutnya hingga saat ini dan masa akan datang. Mereka meneruskan dan menyampaikan untuk diwarisi sampai kepada zaman kita ini dalam keadaan bersih lagi murni.

Oleh karena itu setiap mukmin harus membersihkan akidahnya dari kesyirikan walau sekecil apapun. Termasuk komitmen setiap orang menyelamatkan akidah generasi mendatang dari paham-paham sesat. Di zaman serba canggih sekarang ini, anak-anak lebih dikenalkan pada teknologi. Namun kesadaran terhadap akhlak dan budi pekerti serta akidah masih sangat kurang.

Lukman ketika menasehati anak-anaknya, dimana akidah merupakan perkara utama di atas segalanya. “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(QS. Luqman: 13).

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!