Menyembelih Hewan Qurban

GEMA JUMAT, 27 JULI 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Hajj : 37).

Satu bulan lagi tepatnya 22 Agustus atau 10 Dzulhijjah nanti, ummat Islam akan merayakan Hari Raya Haji atau Idul Adha. Pada bulan Zulhijah tersebut setiap kaum muslim melaksanakan ibadah khusus, yaitu menyembelih Hewan Qurban. Ibadah qurban sangatlah ditekankan dalam ajaran Islam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan untuk menyebarkan rahmat Allah kepada sesama manusia, agar yang mampu dapat berbagi kepada yang menderita.

Para ulama berselisih pendapat tentang hukum menyembelih qurban, ada yang mengatakan hukumnya wajib bagi yang mampu dan ada pula yang mengatakan sunat muakkad. Banyak dalil-dalil yang menjadi pegangan perintah berqurban seperti dalam suar Al Kautsar yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al Kautsar: 1-3).

Demikian pula ada hadis yang menguatkan perintah berqurban yaitu : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata : “Siapa yang memiliki kelapangan (harta) tapi ia tidak menyembelih qurban maka jangan sekali-kali ia mendekati mushalla kami (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW melarang orang-orang yang memiliki kelapangan dan memiliki harta untuk mendekati mushalla jika tidak menyembelih qurban. Ini menunjukkan bahwa meninggalkan kewajiban qurban, seakan-akan tidak ada faedah mendekatkan diri kepada Allah.

Selama ini banyak orang mengaku tidak mampu meneymbelih hewan qurban berupa sapi atau kambing, padahal sehari-hari hidup dalam kecukupan bahkan berlebih. Yang lebih parah lagi, banyak orang yang menghabiskan uang dua bungkus rokok sehari atau senilai Rp 30 ribu atau 900 ribu sebulan atau 10 juta lebih dalam setahun. Tapi untuk menyediakan seekor kambing yang harganya sekitar Rp 2.200.000 masih merasa berat. Semoga kita menjadi lebih sadar untuk berqurban setiap tahun minimal sekor kambing atau domba.

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!