Timbangan Amal

GEMA JUMAT, 4 MEI 2018

Oleh H. Basri A. Bakar

Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan. Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.(Al-Mu`minun: 102-103)

Sebelum seseorang menerima vonis terakhir masuk syurga atau neraka, terlebih dahulu amal-amalnya baik amal baik maupun amal buruk selama di dunia ditimbang secara seksama, tidak sedikitpun didhalimi.  Beruntunglah mereka yang berat timbangan kebaikannya maka ia berada dalam kehidupan yang menyenangkan di dalam taman-taman syurga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya, mereka yang berat timbangan keburukannya maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyyah, yaitu api yang amat panas membakar sampai ke ubun ubun.

Allah menginformasikan peristiwa tersebut  dalam surat Al Anbiya’ 47. “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan”.

Ketika semua amalan manusia ditimbang maka manusia akan terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang timbangan kebaikannya lebih berat dari timbangan keburukannya, mereka itulah para calon penghuni syurga. Kelompiok kedua mereka yang timbangan keburukannya lebih berat daripada kebaikannya, mereka itulah calon penghuni neraka. Sedangkan kelompok ketiga mereka yang timbangan amal kebaikannya sama dengan amal keburukannya, maka mereka ditempatkan di atas dinding al A’raaf yang berada di antara syurga dan neraka. Mereka membutuhkan sedikit amal tambahan sehingga mereka dapat memasuki syurga. Mereka akan tetap berada di tempat itu sampai ada keputusan Allah untuk memasukkan mereka kedalam syurga. Semoga kita termasuk golongan pertama yang amalan baik lebih berat dari amalan buruk.
 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!