400 Al-Quran Dihibahkan Untuk RSUZA

GEMA JUMAT, 17 MEI 2019

Banda Aceh (Gema)

Sebanyak 400 alquran bantuan hibah dari Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) atau Yayasan Muslim Asia diserahkan kepada Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua AMCF perwakilan Aceh Busyra Salhas yang diterima langsung oleh Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine yang dampingi oleh Kepala Instalasi Pelayanan Islami RSUZA, Ustaz Yusbi Yusuf di ruang Rapat Direktur.

“AMCF merupakan organisasi nirlaba, yaitu lembaga amal yang bergerak di berbagai bidang sosial dan kemasyarakatan. Bantuan hibah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari AMCF. Nantinya alquran tersebut akan diletakkan di setiap ruang rawat inap,” kata Busyra Salhas, Kamis (16/05).

Ia menambahkan dengan tersedianya alquran pada setiap ruang inap tersebut maka akan memudahkan pasien dan keluarga pasien untuk membaca dan mendalami makna yang terkandung didalamnya. Dan ini juga dalam rangka standarisasi Rumah Sakit Umum Zainal Abidin sebagai Rumah Sakit Syariah.

“Kami berharap melalui momentum ramadhan ini maka semua keluarga pasien di sela-sela menjaga orang sakit akan dapat memanfaatkan hibah alquran ini untuk membacanya. Selain mendapat pahala tentunya juga akan membawa kesejukan dan ketenangan di ruangan inap tersebut,” ungkap Busyra.

Teks Foto :

Ketua AMCF perwakilan Aceh Busyra Salhas (dua dari kiri) menyerahkan bantuan hibah alquran secara simbolis kepada Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine yang dampingi oleh Kepala Instalasi Pelayanan Islami RSUZA, Ustaz Yusbi Yusuf di ruang Rapat Direktur.

Tinggalkan Riba, Saatnya Bermu’amalah Syariah

Banda Aceh (Gema)

Dialog dakwah Ramadhan kali kedua di bulan puasa ini diisi oleh Prof DR Syahrizal Abbas sebagai penceramah. Mantan Kadis Syariat Islam Provinsi Aceh ini membahas tentang riba, sesuai dengan tema ceramahnya, Ekonomi Islam dan Harapan Ummat. di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota, Selasa (14/5). 

“Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengelolaan simpan pinjam secara konvensional dan syariah dalam perbankan,” ungkapnya Prof Syahrizal.

Menurutnya, letak perbedaan utamanya adalah pada bunga ‘riba’ yang tidak sesuai, yang membuat masyarakat kerap terjebak dalam proses transaksi simpan pinjam pada bank konvensional.

“Ini adalah bentuk kapitalisme. Mereka meraup keuntungan sebesar-besarnya. Dan keuntungan lebih itu adalah riba, dosa yang sangat besar. Hal itu tidak dibolehkan dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam, karena bertentangan dengan nilai syariat Islam,” kata Prof Syahrizal.

Ia juga menjelaskan pentingnya praktik ekonomi dan keuangan yang berlandaskan syariah dihadapan para jamaah.

“Dalam Islam semuanya telah diatur dalam muamalah, dan harus dijadikan sebagai dasar dalam menjalankan ekonomi lebih baik yang sesuai syariat,”

“Tidak boleh lagi mengikuti lagi praktek ribawi kalau sudah ada alternatif muamalahnya,” pungkasnya.

Dialog dakwah Ramadhan ini diikuti oleh ratusan jamaah dari kalangan PNS Kota dan masyarakat umum. Tampak juga hadir bersama jamaah, Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, Kepala Dinas Syariat Islam, Alizar dan sejumlah pejabat jajaran Pemko Banda Aceh. (ison/rel)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!