Allah Telah Mengatur Rezeki Hamba-Nya

GEMA JUMAT, 7 DESEMBER 2018

Setiap hari berapa rezeki yang diperoleh seorang hamba sudah ditakdirkan oleh Allah. Meskipun demikian bukan berarti manusia bermalas-malasan karena rezekinya telah ditentukan. Di sini, kewajiban seorang hamba berusaha semaksimal mungkin mencari rezeki. Soal berapa nominal yang ia peroleh bukan haknya untuk protes.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 60 Allah berfirman, “Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan“.

Di dalam dunia usaha misalnya, kita dituntut berusaha agar bisnis yang kita jalankan berkembang dengan melakukan berbagai upaya.

Di sisi lain, Islam mengajarkan kita untuk tidak berputus asa terhadap rezeki Allah. Bila kita memperoleh sedikit rezeki, maka kita dianjurkan melihat orang di bawah kita, bukan ke atas. Berbeda halnya pada konteks ibadah. Kita diharuskan melihat orang di atas yang kuat ibadahnya kepada Allah.

Kita hidup di dunia tidak semata-mata mencari rezeki. Dunia ini ialah terminal kita menuju yaumul akhir. Rezeki yang kita peroleh merupakan jalan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Orang kaya diminta menyayangi yang miskin. Sementara yang miskin tidak boleh iri kepada si kaya. Pada dasarnya si miskin dan si kaya saling membutuhkan. Misalnya, orang kaya membutuhkan si miskin untuk memanjat kelapa di rumahnya. Sedangkan si miskin membutuhkan pekerjaan itu untuk menghidupi keluarganya.

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (lauhil mahfuz).” (Q.S. Hud:6)

Kita sepatutnya mencari rezeki yang halal. Jangan sampai usaha kita malah menganggu orang lain. Yang terpenting dari mencari rezeki ialah keberkatan dari rezeki itu sendiri. Rezeki yang berkat hadir ketika mencarinya kita niatkan sebagai ibadah. Padahal, dalam Surat Al-A’raf ayat 96 Allah berfirman,”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!