Baznas: Kerugian Gempa Sulteng Capai Rp 24,6 Triliun

GEMA JUMAT, 12 OKTOBER 2018

Republika.co.id– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), melalui Pusat Kajian Strategis Baznas (Puskas) melakukan review terhadap dampak gempa bumi Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Diperkirakan, kerugian akibat gempa dan tsunami itu mencapai Rp 24,6 triliun.

Hal itu disampaikan dalam public ekspose Kajian Dampak Ekonomi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Sulawesi Tengah yang dihadiri oleh Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA dan Direktur Puskas Dr Irfan Syauqi Beik di Jakarta, Kamis (11/10). “Kerugian gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp 24,6 triliun yang terdiri dari Rp 23,9 triliun kerugian di Kota Palu dan Rp 773,2 miliar kerugian di Kabupaten Donggala,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, jumlah kerugian tersebut diperoleh dari analisis dampak kerusakan pasca-gempa dan tsunami melalui metodologi Damage and Loss Assessment (DaLA) yang dikenalkan oleh Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di Kota Palu, kerugian akibat dari gempa dan tsunami dihitung dari kerusakan infrastruktur seperti fasilitas pendidikan dan kesehatan dan aktivitas ekonomi yakni pada sektor industri, hortikultura dan peternakan.

“Perhitungan kerusakan terbesar di kota berpenduduk 409.877 jiwa ini berasal dari sektor industri di Kecamatan Mantikulore sebesar 48 persen. Kecamatan ini memiliki 799 industri yang terdiri dari industri sedang, kecil dan industri mikro,” katanya.

Perhitungan kerusakan terbesar untuk sektor hortikultura Kota Palu adalah Kecamatan Tawaeli dengan luas panen dari tanaman yang ada di sektor ini mencapai 574,6 hektare atau sebesar 40 persen dari total sektor hortikultura. Untuk sector peternakan, Kecamatan Palu Utara adalah kecamatan dengan jumlah hewan ternak terbanyak di Kota Palu yaitu sebanyak 2.870.100 hewan atau mencapai 39 persen dari total peternakan yang ada.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!