Erdogan: Kematian Mursi Apakah Normal?

GEMA JUMAT, 21 JUNI 2019

ISTANBUL (Gema)

 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri doa pemakaman untuk mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi, Selasa (18/6) waktu setempat. Erdogan menyatakan kecurigaan atas kematian pemimpin Ikhwanul Muslim itu.

“Apakah itu kematian normal, atau ada beberapa elemen lain yang terlibat, ini (kematian Mursi) mencurigakan. Secara pribadi, saya tidak percaya bahwa itu adalah kematian normal,” ujar Erdogan berbicara setelah doa pemakaman di Masjid Fatih dilansir Anadolu Agency, Rabu (19/6).

Mursi adalah presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis. Ia meninggal pada usia 67 tahun pada saat menghadiri persidangan kasus spionase, Senin (17/6).

Doa pemakaman in absentia dilakukan di seluruh Turki. Doa pemakaman diadakan di masjid-masjid di seluruh Turki, termasuk di dekat Kedutaan Besar Mesir di ibu kota Ankara.

Aktivis masyarakat sipil, warga negara dan Muslim dari Mesir, Ethiopia, Somalia, Palestina, Suriah, dan wilayah otonom Xinjiang Uighur di Cina menghadiri pertemuan di Ankara. Acara doa diorganisir oleh berbagai organisasi non-pemerintah untuk memberi penghormatan kepada almarhum pemimpin tersebut.

Para peserta membawa tanda Rabia dan plakat mengecam pemerintah Mesir dan foto-foto Mursi. Plakat bertuliskan slogan-slogan yang termasuk, “Kudeta akan dikalahkan, gerakan Islam akan menang”, “Penyebab Islam abadi” dan “Angkat suara Anda untuk kemanusiaan”.

“Hari ini kami telah memenangkan seorang martir di jalan Tuhan,” kata seorang mahasiswa Mesir Mumin Esref mengatakan kepada wartawan atas nama berbagai organisasi setelah doa.

“Tiran menguburnya diam-diam di dini hari, tetapi dia menang,” kata Esref.  

“Ratapan yang mati syahid dan diperbudak di ruang bawah tanah Mesir akan menjadi tentara dan sekali lagi menggulingkan otoritas kudeta di Mesir,” tambah dia.

Serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil juga hadir dalam pertemuan tersebut. Selain Ankara, sejumlah doa untuk Mursi dilakukan di empat sudut Turki termasuk Istanbul, provinsi Mediterania, Antalya, dan provinsi Van timur.

Mursi, anggota terkemuka Ikhwanul Muslimin Mesir, memenangkan pemilihan presiden demokratis pertama Mesir pada 2012. Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, ia digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan saat itu dan Presiden Abdel Fattah el-Sisi saat ini.

Pada saat kematiannya, Mursi menghadapi sejumlah tuntutan hukum, yang menurutnya, bersama sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, bermotivasi politis. (rep)

Rusia Desak AS Batalkan Penambahan Pasukan di Timur Tengah

MOSKOW (Gema)

Rusia mendesak Amerika Serikat (AS) membatalkan apa yang disebutnya rencana provokatif dengan mengerahkan lagi tentara ke Timur Tengah, Selasa (18/6). Rusia juga meminta AS menghentikan aksi-aksi, yang kelihatan seperti usaha yang disadari memprovokasi perang melawan Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov menyampaikan pernyataan tersebut kepada kantor-kantor berita Rusia. Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah pengumuman oleh penjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat Patrick Shanahan sehari sebelumnya. Shanahan mengatakan Washington berencana mengirim lagi sekitar 1.000 personel militer ke Timur Tengah sebagai langkah defensif.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan pada Selasa Iran tak akan berperang melawan negara mana pun. Kremlin, kantor kepresidenan Rusia, menyerukan semua pihak untuk menahan diri.

Ryabkov mengatakan kepada para wartawan Moskow telah berulang-ulang memperingatkan Washington dan para sekutunya di kawasan. Rusia menyebut tindakan itu sembrono dan tanpa dipikirkan, yang dapat memompa ketegangan di sebuah kawasan yang mudah meledak.

“Sekarang apa yang kita lihat ialah usaha-usaha yang tiada henti dilakukan AS untuk melakukan tekanan politik, psikologi, ekonomi dan, ya, tekanan militer terhadap Iran dengan cara yang provokatif. (Tindakan-tindakan ini) tidak dapat dinilai sebagai apa pun kecuali upaya yang disadari untuk memprovokasi perang. Jika Washington tidak menginginkan perang jangan lakukan itu,” kata Ryabkov seperti yang dikutip media. (rep)

Kemenperin Rancang Insentif untuk Kawasan Industri Halal

JAKARTA — Regulasi Kementerian Perindustrian untuk pembentukan kawasan industri halal tengah melalui tahap konsultasi publik. Lewat regulasi khusus tersebut, Kemenperin akan mengatur pemberian insentif bagi setiap pengelola kawasan industri yang mendirikan zona halal. 

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional, Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, mengatakan, belum adanya regulasi khusus menjadi salah satu hambatan lambatnya perkembangan pembentukan zona halal. Termasuk, kata dia, pemberian insentif. 

“Belum ada (aturan) insentif fiskal dan nonfiskal yang diberikan kepada pengelola kawasan industri ataupun perusahaan industri yang memproduksi produk halal di kawasan indusri halal,” kata Doddy kepada Republika.co.id, Selasa (18/6). 

Pemerintah menilai, insentif berupa fiskal maupun non fiskal dibutuhkan untuk pengembangan industri halal. Hal itu termasuk, insentif berupa pelayanan satu pintu untuk memperoleh sertifikat halal terhadap produk yang dihasilkan. Insentif tersebut, kata dia, merupakan jenis insentif non-fiskal. 

Adapun insentif fiskal, Doddy menyebut seperti pengurangan besaran pajak penghasilan bagi pengelola industri maupun pelaku industri yang bersangkutan. “Minggu ini kami akan melakukan konsolidasi bersama sektor-sektor terkait untuk memberikan tanggapan atau masukan terhadap rancangan peraturan menteri yang telah kami bahas,” ujarnya. 

Pembahasan RPP Kawasan Industri Halal yang disusun Kemenperin, menurut Doddy, telah didiskusikan bersama BPJPH, LPPOM MUI, Asosiasi Kawasan Industri, serta instansi yang berdiri di bawah Kemenperin. Ia berharap, terbitnya regulasi kawasan industri halal yang juga mengatur insentif bakal memberikan kepastian berusaha kepada para pelaku. 

Kemenperin meyakini, insentif yang bakal diterbitkan bakal menghilangkan keraguan para investor, calon pengelola kawasan industri halal, sekaligus industri itu sendiri untuk masuk ke sektor produk halal. Para calon pengelola kawasan industri halal, kata dia, juga telah menyiapkan masterplan terhadap pembangunan dan pengembangan ke depan. 

Hingga saat ini, Kawasan Industri Modern Cikande di Serang, Banten menjadi satu dari empat kawasan industri yang mengajukan diri untuk pembentukan klaster halal. Modern Cikande telah menyiapkan area seluas 500 hektare untuk zona khusus industri makanan dan minuman halal. (Rep)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!