Malaysia Komit Upaya Selamatkan Anak

GEMA JUMAT, 10 AGUSTUS 2018

Catatan Perjalanan dari Seminar di Kuala Lumpur

Oleh : Basri A. Bakar

Saya mendapat undangan khusus dari Yayasan Wanita Islam Malaysia untuk menghadiri launching Kampanye Keselamatan Kanak-kanak (3K) yang diikuti sekitar 200 peserta di Ballroom Seri Pacific Hotel Kuala Lumpur. Acara tersebut  dihadiri dan diresmikan oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia  Dato’ Seri Dr. Wan Azizah binti Dato’ Wan Ismail yang dirangkai dengan seminar oleh dua pembicara masing-masing ASP Yusnany (Polis Wanita Diraja Bukit Aman) dan Haji Sahlan bin Saruddin (Ketua Pegawai Eksekutif Institut Kajian Sosial dan Kemasyarakatan).

Pemerintah Malaysia menaruh perhatian besar  dan menganggap perlindungan dan penyelamatan nasib anak-anak sebagai isu penting. Presiden Yayasan Wanita Islam Hj. Najwa bini Dato’ Abdul Azis menyampaikan dalam sambutannya bahwa kasus kekerasan dan kriminal anak di Malaysia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 – 2016, dilaporkan kasus penganiayaan fisik mencatat angka tertinggi mencapai 2.470 kasus, diikuti kekerasan seksual sebanyak 2.012 kasus dan tekanan mental 170 kasus. Kasus jinayah terhadap anak-anak meliputi penganiayaan, menelantarkan,  pembuangan dan kekerasan.

Dalam kontek dan isu yang diangkat , anak yang dalam bahasa Melayu disebut kanak-kanak didefiniskan seseorang yang masih di bawah umur 18 tahun, atau selaras dengan Akta Umur Dewasa 1971 di Malaysia, menetapkan umur dewasa sebagai 18 tahun ke atas. Agaknya tidak berbeda dengan apa yang dipahami di negara kita Indonesia tentang pengertian anak.

Hari ini anak-anak dihadapkan kepada permasalahan komplek di tengah majunya teknologi IT. Bila orang tua salah dalam mendidik anak-anaknya, maka sang anak kelak akan menjadi manusia  yang jauh dari nilai-nilai luhur. Oleh karena itu anak-anak harus dijaga dengan baik, membimbing mereka menjadi manusia seutuhnya termasuk tidak terjebak dalam perkara kriminal sebagai pelaku maupun sebagai korban.

Tidak berlebihan kalau Wakil PM Malaysia yang juga merangkap Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat, Dato’ Seri Wan Azizah mengatakan bahwa anak adalah harta dan khazanah yang tidak ternilai harganya dalam rumah tangga, bangsa dan negara. Pada merekalah akan diwariskan kehidupan ini agar berkesinambungan.  Justeru itu, isu perlindungan dan keselamatan anak bukanlah isu yang bisa dipandang remeh, karena menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.   Karena menurutnya, tidak ada agama yang mengizinkan penganiayaan dan pengabaian anak terjadi. Ia berjanji dan komit untuk merancang dan melaksanakan pelbagai program dan aktivitas berkaitan kebajikan dan kesejahteraan anak di Malaysia.

Ada yang menarik, data yang dilaporkan pihak kepolisian Darul Aman Malaysia, bahwa  angka kekerasan terhadap anak yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir cenderung meningkat disamping kasus-kasus spesifik yang jarang terjadi sebelumnya. Orang-orang terdekat sering bertindak di luar akal sehat seperti ayah atau paman memaksa sang anak berbuat tak senonoh. Banyak kasus kadang tidak terekspos ke publik karena korban takut melapor kepada pihak berwajib.

Peranan masyarakat tidak bisa diabaikan dalam membendung ancaman dan melindungi anak-anak seperti NGO, masjid, rumah ibadat dan institusi masyarakat lainnya untuk menyelamatkan anak-anak dari krisis moral dan agama.

Kalau Malaysia sudah gencar mengkampanyekan upaya penyelamatan anak dari kekerasan dan krisis moral, maka Aceh sebagai negeri yang berlaku pelaksanaan syariat Islam, seyogianya harus lebih peduli melindungi anak-anak dari berbagai ancaman masa depan mereka, seperti dekadensi moral, pergaulan bebas termasuk bahaya narkoba yang mewabah dari kota sampai desa.

Allah berfirman dalam Surat An Nisa’ ayat 9 yang artinya : “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”.

 

 

 

 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!