Mengasah Rasa

Gema, 17 Februari 2017

Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Dalam realitas hidup dan kehidupan manusia di dunia ini, terutama dalam bermatapencaharian sarat dengan ragam gambaran kondisi dan keadaannya, dari yang melegakan, yang mengkhawatirkan, sampai yang menyesakkan dada.

Ada banyak orang terpilih yang bermatapencaharian sebagai pejabat negara atau instansi swasta, pimpinan, anggota dewan, konglomerat, artis kenamaan.

Golongan ini bekerja di kantor-kantor tertentu, nyaman saat bekerja, juga saat pulang dan perginya.

Di samping itu, juga terdapat banyak saudara kita yang bermatapencaharian sebagai petani yang berkerja pergi pagi pulang petang, nelayan yang pergi melaut berhari-hari, petambang yang bekerja penuh resiko, penjaja jasa yang terus berkeliling mengais rezeki, peminta-minta dan lain sebagainya.

Gambaran dan tingkat kenyamanan atau tidaknya tentu hanya berpulang ke masing-masing orang, namun saat menyaksikan orang-orang yang sudah sepuh tua renta atau orang cacat atau anak-anak yang bekerja kasar, atau berkeliling ke sana ke mari atau menjajakan sedikit barang dagangannya di emperan toko atau di pasar tradisional adalah gambaran yang cukup menyesakkan dada.

Oleh karenanya, kita seringkali diingatkan untuk mencari seribu alasan untuk meringankannya, atau membatunya atau paling tidak dapat membeli dagangannya meski barangnya tidak kita perlukan sekalipun.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!