Mengatasi Kecanduan HP

nullO

GEMA JUMAT, 17 MEI 2019 

Oleh Syahril, S.PdGuru SMA Negeri 6 Banda Aceh

Maraknya anak-anak berktivitas dengan HP hampir sepanjang waktu berdampak buruk terhadap sikap mereka. Bukan itu saja, bahkan bisa berefek pada perubahan cara kita mendidik dan berkomunikasi dengan anak. Inilah yang menjadi PR besar bagi kita sebagai guru dan orang tua dalam mempersiapkan anak untuk siap menghadapi zamannya, bukan zaman kita.

Wajar saja sebagai orang tua dan guru resah dengan semakin banyak anak-anak yang tiba-tiba kecanduan bermain HP di tangan  daripada kecanduan membaca buku. Apalagi anak-anak lebih suka bermain game online yang sangat digandrungi di seluruh dunia saat ini seperti mobile legends, PUBG, Minecraft dan lai-lain. Ternyata bermain game online dengan jangka waktu yang lama,  bahaya yang ditimbulkan lebih dahsyat daripada manfaat yang didapat.

Di antara bahaya-bahaya tersebut adalah, pertama, watak anak menjadi keras kepala dan susah menerima nasihat. Kedua, anak terobsesi ingin menjadi pemain yang ada di game online tersebut. Sehingga dalam pergaulan sehari-hari anak sering berkata dan bertindak kasar terhadap teman maupun orang tua. Bahkan terjadinya perkelahian sesama anak.

Ketiga, waktu terbuang percuma. Akibat ketagihan bermain HP waktu yang dibutuhkan menjadi lama, karena bermain game online itu sangat mengasikkan. Semakin sering kalah, maka si anak semakin termotivasi untuk mengulanginya lagi hingga mencapai kemenangan. Ada yang bermain hingga tengah malam.

Fenomena di sekolah tidak jauh berbeda. Siswa juga bermain game online pada saat jam belajar secara sembunyi-sembunyi, sehingga guru merasa kewalahan. Siswa tidak memperhatikan saat proses belajar mengajar. Saat ditanya, siswa tidak mampu menjawab.

Sebuah penelitian dilakukan oleh ReD Associates dari New York dan Radio Flyer mengemukakan, bahaya game Minecraft bisa membatasi imajinasi luas anak-anak. “Dalam Minecraft, anak-anak bisa membangun dan menjelajahi banyak dunia baru, lalu memanipulasinya dengan kontrol presisi yang sebelumnya belum pernah ada.

Trik orang tua dan guru

Orang tua dan guru pasti memaklumi, bahwa suatu tantangan memang tida mudah. Namun bukan berarti tak mampu. Semua pasti mampu dijalani. Pepatah Inggris mengatakan, “Nothing impossible in the world”. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua serba mungkin. Tinggal kemauan dan komitmen yang dirawat dengan konsisten saja. Cepat atau lambat hasilnya akan mampu terlihat.

Dalam bulan suci Ramadhan inilah saat yang paling tepat bagi orang tua dan guru membimbing anak yang mulai ketagihan HP. Beberapa trik yang dapat dilakukan dengan cara bijak. Pertama, berikan batasan waktu kepada anak. Kedua, memberikan mainan alternatif. Ketiga, meluangkan waktu untuk anak. Keempat, biarkan anak bermain di luar rumah.

Kelima, membatasi pengunaan jaringan internet di rumah. Keenam, sibukkan waktu dengan kegiatan anak. Ketujuh, berdiskusi dengan anak-anak. Kedelapan, mengajak anak bermain mengenali alam semesta. Kesembilan, memberikan spirit atau reward kepada anak ketika anak bisa berhasil mengurangi jumlah frekuensi bermain HP. Berikanlah hadiah secara bertahap, sehingga anak akan memiliki keinginan kuat untuk tidak terlalu intens bermain gadget.

Dan, kesepuluh, mengajak anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Tujuannya adalah semakin banyak teman maka anak akan memiliki kesibukan baru dan bisa melupakan dengan bermain HP. Semoga kita menjadi sahabat dan teman bicara anak yang efektif, sehingga secara bertahap anak mampu menggunakan HP atau gadget sewajarnya saja. 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!