Mensyukuri Al-‘Aziz

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 25 Zulkaidah 1439

Saudaraku, nama indah yang dimiliki Allah berikutnya adalah al-‘Aziz. Allah al-‘Aziz dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kuat dan perkasa. Dengan al-’Aziz, Allah swt telah mempermaklumkan bahwa diriNya memiliki keperkasaan yang tidak dapat diukur oleh manusia ataupun makhluk lainnya.

Allah swt berfirman dalam QS. Yasin ayat 1-5 yang menunjukkan bahwa diriNya yang memiliki Maha Keperkasaan dan Maha kasih sayang. Wahai Yasin (Muhammad), demi Al-Quran yang penuh hikmah, sesungguhnya engkau sungguh adalah termasuk para Rasul. Yang berada di atas jalan yang lurus. Yang diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana”. (QS Yasin 1- 5)

Dari bormativitas di atas, diberitakan bahwa dengan keperkasaan dan kebijaksananNya Allah mengutus Nabi Muhammad saw sebagai rentetan kerisalahan yang lurus dan mendapat keridhaianNya. Dan bersumpah bahwa al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw merupakan pedoman yang sarat akan hikmah kebijaksanaan dan pelajaran yang agung.

Di samping itu nama Al-‘Aziz juga disandingkan aysu lebih tepatnya disetarakan dengan nama lainnya, seperti Allah berfirman Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Qs. Al-Hasr 23)

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-‘Aziz.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat yang maha perkasa yang dengan keperkasaanNya Allah melindungi seluruh makhlukNya, mencintai orang-orang yang beriman kepadaNya.

Kedua, mensyukuri al-‘Aziz dengan terus memujiNya dengan menyebut al-‘Aziz, al-‘Aziz, al-‘Aziz seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, Allah yang maha perkasa telah menurunkan anugrah kekuatanNya kepada hamba-hambaNya.

Dimana dengan kekuatan itu, tetutama manusia dapat bebas menentukan pilihan dalam perbuatannya.dengan kekuatan pemberian Allah itu juga, orang-orang beriman dapat mengerjakan segala yang diperintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Sehingga di berbagai saat kita dituntun untuk berdzikir la haula wala quwwata illa billahi, tidak ada daya dan kekuatan melainkan keluatan dari Allah swt.

Ketiga, mensyukuri al-‘Aziz dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dibuktikan dengan menjadi pribadi yang kuat, yaitu pribadi yang menggunakan kemampuan dan kekuatannya yang bersumber dari Allah tersebut untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.

Orang-orang beriman dituntun untuk menjadi orang-orang yang kuat bukan orang-orang yang lemah, loyo, tidak bersemangat, dan ringkih. Kekuatan yang harus dimiliki oleh orang islam apalagi beriman adalah kekuatan fisik berupa kebugaran dan kesehatan badan , kekuatan akal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kekuatan hati dengan keimanan yang benar. Bila tiga pilar (fisik, akal dan hati) ini kuat, maka akan melahirkan kekuatan lainnya, seperti kekuatan sosial kemasylarakatan, budaya, ekonomi, pendidikan, politik, dan agama

Dengan kekuatan yang dimiliki, umat Islam akan tampil menjadi penguasa atau pemimpin yang memiliki kewibaan atau gezag tinggi di muka bumi ini di manapun negeri dan tanah airnya berada. Dengan kekuatan yang dimiliki, unat Islam akan menjadi penentu arah sejarah, penebar maslahah, pemelihara dan penerus risalah, sehingga kehadirannya di bumi ini senantiasa diabdikan sepenuhnya untuk menggapai ridha ilahi.

Bila umat Islam tidak kuat apalagi tidak bersatu, maka kezaliman dan kenestapaan hidup terjadi di mana-mana. Kita masih menyaksikan betapa tertindasnya kaum muslimin di Palestina atas Zionis Yahudi Israel, kaum muslimin di Suriah, umat uslam di Irak, para pengungsi dari kaum Rahingya dan lainnya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!