Mensyukuri Al-Baari’

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 29 Zulkaidah 1439

Saudaraku, nama indah yang dimiliki Allah selanjutnya adalah al-Baari’. Allah al-Baari’ dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mengadakan dan membentuk segalanya dari tiada. Allah menjadikan segalanya dengan perencanaan yang sempurna, terutama terkait dengan makhluk hidupnya. Oleh karenanya al-Baari’ juga dapat dipahami bahwa Allah sebagai pemenage, perencana, penata yang sempurna ketelitian dan keserasianNya.

Dengan Al-Baari` Allah Yang Maha Mengadakan semua makhluk-Nya sesuai dengan rencanaNya, sesuai dengan kegunaan dan tujuannya masing-masing. Dia-lah yang menciptakan semua makhlukNya dan segala kejadian di seluruh alam semesta ini, sehingga selaras dalam keserasian yang sempurna, sesuai rencana yang diinginkan-Nya dan ketentuan yang telah ditetapkanNya.

Berbeda dengan al-Khaliq yang cenderung bersifat general untuk makna menciptakan, maka al-Baari’ lebih cenderung bersifat spesifik, terencana dan jelas untuk makna menjadikan atau mengadakan. Sehingga ada ulama yang berpendapat bahwa al-Khaliq itu digunakan ubtuk menunjuk penciptaan Allah semuanya, tetapi al-Baari” lebih diistimewamakan pada penciptaan atau menjadikan makhuk hidup dan tidak termasuk benda-benda mati yang sudah terelaborasi pada al-Khaliq.

Dalam konteks penciptaan makhluk hidup, Allah benar-benar maha pencipta kebaruan. Semua makhluk hidup ciptaanNya tidak ada contoh sebelumnya yang dapat ditiru. Dengan demikian Allah adalah zat Yang Maha Inisiatif akan kreatifitas.

Nama Al-Baari’ juga disandingkan atau lebih tepatnya disetarakan dengan nama lainnya, seperti Allah berfirman Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Al-Hasr 23-24)

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-Baari’.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah Zat Maha Kreatif, Maha Menginisiasi untuk mengadakan segala di antata makhluk hidupNya tanpa meniru dan dengan perhitungan yang sempurna.

Kedua, mensyukuri al-Baari’ dengan terus memujiNya seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, Allah yang maha menginisiasi penciptaan makhluk hidupnya.

Ketiga, mensyukuri al-Baari’ dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menjadi pribadi yang aktif menginisiasi berbuat kebaikan dan membuat apapun yang membawa kemaslahatan di muka bumi sehingga keberkahan kemanfaatannya dapat dirasakan seluas-luasnya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!