Mensyukuri Al-Bathin

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 4 Safar 1440

Saudaraku, sebenarnya yang mengetahui secara pasti jati diri masing kita hanyalah kita sendiri dan Allah saja. Siapa diri saya, yang tahu hanya saya dan Allah saja. Siapa diri anda, yang tahu hanya anda dan Allah saja. Mengapa Allah juga mengetahuinya? Karena Allah itu sangat dekat dengan kita, hambaNya. Malah secara kasat mata, istri atau anak kita srndiri yang relatif sangat dekat dengan kita, mereka hanya mengenal sebagian dari kesejatian diri kita. Apalagi pengetahuan orang lain tentang kita.

Demikian juga anda yang membaca muhasabah ini, yang tahu kesejatiannya hanya anda sendiri dan Allah saja.

Bagaimana perilaku kita pada masa lalu dan kini. Seberapa banyak dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan? Seberapa sering melalaikan kewajiban kepada Allah, keluarga dan sesamanya? Untungnya semua masa lalu dan dosa kekhilafan kesalahan dan kekurangan kita itu kini diampuni dan ditutupi atau disembunyikan oleh Allah swt, terutama setelah pertaubatan yang kita lakukan.

Seandainya di dunia ini, Allah perlihatkan akan dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan, maka habislah riwayat (karier, nama baik, jabatan, hidup) kita. Untungnya semua ini tersembunyi dan disembunyikan oleh Allah, sehingga yang tahu hanya diri kita sendiri dan Allah saja.

Oleh karena itu, agar segala kekurangan diri kita ditutupi atau disembunyikan atau bahkan dihapus oleh Allah, maka tema muhasabah hari ini kita akan mengulangkaji keberkahan mensyukuri al-Bathin.

Al-Bathin secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha tersembunyi, maha menyembunyikan segala yang dikehendakiNya. Allah maha bathin, Allah yang tersembunyi sehingga Allah maha dekat dengan hamba-hambaNya

Allah berfirman dalam al-Qur’an yang artinya, Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu ” (QS. Al-Hadid 3).

Oleh karenanya, sebagai orang beriman, sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri al-Bathin baik dengan hati, lisan maupun dengan perbuatan nyata.

Pertama, mensyukuri al-Bathin di hati dengan meyakini bahwa Allah adalah zat yang maha tersembunyi, tak tertangkap dengan mata fisik manusia, meski sangat dekat dengan hamba-hambaNya. Tetapi kebersamaan dengan Allah bisa dirasakan dan ditangkap oleh mata batin kita.

Kedua, mensyukuri al-Bathin secara lisan dengan mengucapkan alhamdulillahirabbil ‘alamin dan memuji dengan asmaNya. Dengan memuji al-Bathin, semoga kita dianugrahi iradah dan inayah untuk merasakan kedekatan dengan Allah. Karena dekat dengan Allah, maka segala urusan duniawiyah kita didekatkan dan dimudahkan oleh Allah.

Ketiga, mensyukuri al-Bathin dengan perbuatan nyata, di antaranya senantiasa merasa bersama Allah. Karena kebersamaan ini, maka Allah berkenan mencurahkan karuniaNya kepada kita.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!