Mensyukuri Al-Ghaffar

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry)

Muhasabah 1/2? Zulhijah 1439

Saudaraku, sudah tigabelas hari kebersamaan kita dalam mentafakuri dan mentaburi asmaul husnaNya Allah. Kini kita memasuki hari dan asmaNya yang keempatbelas. Nama Allah yang akan kita renungi hari ini sangat krusial bagi kita semua, terutama bagi yang banyak dosa dan butuh pengampunan. Asma Allah yang akan mengingatkan akan dosa dan kesalahan kita serta pengharapan ampunanNya adalah Al-Ghaffar.

Kita meyakini sepenuh hati bahwa semua nama Allah adalah sangat baik dan mulia. Al-Ghaffar, al-Ghafur, dan al-‘Afuww dapat dipahani bahwa Allah adalah zat Yang Maha Penganon Mengampuni, Maha Pemaaf Memaafkan. Namun para ulama memberi penjelasan brilian sehingga satu sama lainnya bersinergi menunjukkan kemahapengampunanNya sempurna.

Asma al-Ghaffar, dan al-Ghafur, serta istilah maghfirah untuk menyatakan bahwa Allah maha mengampuni dosa namun dosa itu masih ada. Mengapa? Karena dosa tersebut hanya ditutupi oleh Allah di dunia dan di akhirat nanti juga ditutupi sehingga tidak kelihatan dari pandangan makhluk. Dengan kemurahanNya, Allah tidak menyiksa seseorang karena dosa tersebut, tapi dosa itu masih ada. Nah dosa akan diampuni dan dihapus sehingga tidak ada dosa lagi diperuntukkan bagi Allah al-‘Afuww.

Karena dosa sudah dihapus maka dosa yang dilakukan sudah tidak ada; seolah-olah, ia tidak pernah melakukan kesalahan. Karena dosa itu telah dihilangkan dan dihapuskan sehingga bekasnya tidak lagi terlihat. Dengan demikian pemberian maaf dengan melebur dosanya lebih istimewa ketimbang mengampuni dengan sejedar menutupi dosa dalam kesalahannya saja.

Dalam konteks Allah al-Ghaffar dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mengampuni segala dosa dari segi kuantitasnya, sedangkan al-Ghafur adalah mengampuni dosa dari segi kualitasnya.

Bah bagi sesiapa yang sering melakukan kesalahan diharapkan sering-sering menyebut al-Gaffar agar Alkah mengampuni segala dosanya, sedangkan yang melakukan kesalahan berat atau dosa-dosa berat seperti Ma Lima yaitu Membunuh (karier dan karakter orang), Maling (korupsi), Minum minuman keras, Madat nyandu opium ekstasi ngganja, dan Madon selingkuh atau berzina) apalagi berlaku munafik dan syirik diharapkan segera babyak-banyak menyebut Allah al-Ghafur agar mendapat pengampunanNya.

Namun demikian ada juga ulama yang berpendapat bahwa al-Ghaffar berorientasi preventif pada kepengampunan dosa nasa kini dan datang. Adapun al-Ghafur lebih lengkap yaitu Allah mengampuni dosa dari masa lalu, kini hingga masa mendatang.

Allah berfirman, Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Shad: 66).

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Qs. Al-Zumar 5)

Dalam rangkaian agak panjang al-Ghafar disebutkan sebagaimana firman Allah, Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”,Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,
niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”. Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).

Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.

Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. (Qs. Nuh 1-10)

Oleh karena itu kali ini kita mengulang kaji kembali tentang akhlak mensyukuri al-Ghaffar.

Pertama, meyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah Zat Maha Mengampuni dosa hambaNya terutama vagi yang bersegera taubat nasuha. Sesering apapun dan sebanyak apupun dosa dan kesalahan yang dilakukan hambaNya, tetap dirindunantikan agar segera STOP, BERHENTI sejarang juga seaya bertaubat kepadaNya.

Kedua, mensyukuri al-Ghaffar dengan terus memujiNya seraya memperbanyak melafalkan alhamdulillahirabbil’alamin, segala dosa kita diampuni dan kekurangan kita ditutupi oleh Allah, sehingga mulia dan dimuliakan di mata manusia dan nendapat curahan kasih sayang Allah.

Ketiga, mensyukuri al-Ghaffar dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menjadi pribadi yang suka menutupi aib dan kekurangan orang lain. Seandainya kita mengetahui aib dan kekurangan yang ada pada orang lain, maka hendaknya hanya untuk konsumsi pribadi saja, tidak elok diberitahukan kepada publik.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!